Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

34 Hari Setelah Bencana, Dusun Sejahtera di Bener Meriah Masih Dalam Kegelapan

 

Kondisi rumah warga Dusun Sejahtera di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah

Blogger. com – Penduduk Dusun Sejahtera di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mulai merasa kehilangan harapan. Setelah 34 hari sejak bencana banjir dan longsor terjadi, aliran listrik masih belum kembali tersedia di dusun mereka.

Hingga saat ini, warga Dusun Sejahtera terpaksa tidur dalam keadaan yang sepenuhnya gelap. Tidak ada generator cadangan, bahkan tiang listrik yang tumbang dengan kabel tergantung ke tanah dibiarkan tanpa diperbaiki.

Dusun kami seakan-akan terabaikan. "Kami tidak mengetahui kepada siapa lagi kami sebaiknya mengajukan pengaduan," kata salah seorang warga, Jamaluddin (38), kepada Kompas. com, Senin (29/12/2025).

Berjalan sejauh 2 kilometer untuk mengisi ulang baterai ponsel.

Kekecewaan masyarakat semakin meningkat karena desa sebelah yang berjarak hanya 2 kilometer telah menikmati akses listrik. Dusun Sejahtera adalah kawasan yang mengalami dampak terburuk di Desa Rimba Raya, di mana sepuluh rumah telah hilang akibat banjir, dan enam warga dinyatakan hilang.

Sekitar dua minggu yang lalu, petugas dari PLN melakukan pemeriksaan. Petugas berkomitmen untuk melakukan perbaikan segera setelah jalur Tenge Besi dapat dilalui oleh kendaraan pengangkut tiang. Meskipun jalur tersebut telah dibuka selama seminggu terakhir, tidak ada indikasi bahwa petugas sudah kembali.

“Untuk mengisi daya ponsel dan senter, kami perlu berjalan sejauh 2 kilometer ke desa terdekat,” keluh Jamaluddin.

Walaupun bantuan sembako dan layanan kesehatan telah mulai diterima, ketidakadaan listrik menjadi hambatan utama bagi warga untuk dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan normal. Selain itu, dampak trauma akibat bencana yang terjadi pada 26 November 2025 masih sangat membekas di pikiran masyarakat.


Usaha untuk Mandiri Saat Ini,


Sebagian warga yang rumahnya tidak terkena dampak telah kembali dari tempat pengungsian. Mereka menghilangkan sisa lumpur secara mandiri tanpa mendapatkan bantuan dari alat berat yang disediakan oleh pemerintah. Di balik semangat untuk pulih, perasaan takut sering kali menghampiri ketika hujan mulai turun.

"Saya sendiri telah bekerja di kebun, namun merasa tidak nyaman. " "Karena malam sangat gelap, jika hujan terdengar suara guntur, tidur menjadi tidak nyaman," kata Jamaluddin.

Warga sangat mengharapkan agar pihak berwenang segera melakukan tindakan tertentu. Mereka merasa diabaikan karena hanya satu dusun ini yang belum mendapatkan perhatian terhadap aspek kelistrikannya di Desa Rimba Raya.

“Kami dengan hormat meminta agar perbaikan listrik di dusun kami dapat segera dilakukan,” ujarnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini