Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Wakil Menteri Kesehatan: Sudah Banyak Korban Bencana di Sumatera yang Terkena Demam dan Tifus

 

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/12/2025).


Bogor, Jawa Barat, blogger.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa banyak korban bencana di Sumatera yang mengalami demam, gatal-gatal, dan bahkan tifus.

Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama pihak-pihak yang berkaitan fokus pada upaya pencegahan penyakit yang muncul setelah terjadinya bencana. Yang terakhir adalah upaya untuk menghindari penyakit yang mungkin muncul setelah terjadinya bencana.

"Sudah mulai ada yang merasakan gatal-gatal, banyak yang mengalami demam, dan sejumlah orang sudah terjangkit penyakit tifus dan lain-lain," tutur Dante di Balai Kota Jakarta, pada hari Jumat (5/12/2025).

"Kita akan mengatasi ini dengan strategi yang telah direncanakan, melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. " Hampir setiap hari, kami melaksanakan konferensi video di Kementerian Kesehatan dengan Kepala Dinas dari seluruh daerah yang terpengaruh, lanjutnya.

Menurut Dante, saat ini terdapat 75 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di mana setengah dari jumlah tersebut terkena dampak bencana banjir.Penanganan kesehatan bagi para korban banjir dievaluasi secara harian. Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante juga menyampaikan empat strategi untuk menangani kesehatan para korban banjir di Sumatera.

Pertama, memberikan perawatan segera kepada korban yang menderita cedera. Sebagai langkah kedua, perlu dilakukan pemulihan layanan kesehatan yang terpengaruh dan tidak dapat berfungsi.

Selanjutnya, yang ketiga adalah memberikan bantuan berupa obat-obatan dan bahan habis pakai, agar situasi dapat terkelola dengan baik. "Selanjutnya, yang keempat adalah pengiriman tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah tersebut agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi mereka yang terdampak," ujar Dante.

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) kembali mengalami peningkatan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan bahwa jumlah total korban jiwa kini mencapai 836 orang, dengan penambahan tertinggi berasal dari Aceh. “Rangkuman hasil pencarian dan pertolongan pada pukul 16. 00, hingga sore ini jumlah korban yang meninggal dunia bertambah menjadi 836 jiwa, dengan penambahan terbanyak adalah penemuan jasad di Aceh sebesar 48 korban,” katanya, seperti yang disampaikan dalam tayangan Konferensi Pers Pembaruan Penanganan Bencana Banjir Longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (4/12/2025).


Sumber : Kompas.tv



















Komentar

Postingan populer dari blog ini