Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Banjir di Sumatera, Kemendikdasmen Mengungkapkan Bahwa Beberapa Sekolah Perlu Dipindahkan

 

Banjir di kawasan permukiman Desa Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025)


Bogor, Jawa Barat, Blogger.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mencatat bahwa beberapa sekolah di Sumatera Utara perlu dipindahkan setelah terdampak banjir yang terjadi baru-baru ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, saat melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Tapanuli Utara pada hari Rabu, 3 Desember 2025.

Beberapa sekolah memang perlu dipindahkan karena secara teknis tidak memungkinkan untuk dibangun di tempat tersebut. "Oleh karena itu, kami melaksanakan pengumpulan data agar penanganan dapat segera dilakukan," ujar Didik, sebagaimana yang tercantum dalam keterangan tertulis pada hari Kamis (4/12/2025). Didik menyatakan bahwa, selama melakukan peninjauan, ia menjumpai beberapa sekolah yang mengalami kerusakan parah, termasuk bangunan yang sudah tidak dapat digunakan lagi.

Oleh sebab itu, ia berpendapat bahwa perlu dilakukan pemindahan beberapa sekolah yang memang lokasinya sudah tidak layak lagi untuk digunakan sebagai sekolah. Didik menambahkan, Kemendikdasmen juga memberikan dukungan awal yang mencakup pembersihan sekolah, penyediaan buku-buku, dan alat-alat untuk belajar.

Pemerintah juga merencanakan tindakan selanjutnya untuk mengganti alat pembelajaran yang mengalami kerusakan, termasuk papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) yang terkena dampak bencana. Didik menyatakan bahwa pencatatan secara lengkap mengenai kerusakan fasilitas dan infrastruktur sekolah yang terkena dampak bencana di Sumatera akan disesuaikan dengan proses pengajuan untuk tahun anggaran 2026. "Kemudian, kita akan mengumpulkan informasi lebih mendetail untuk diusulkan pada tahun 2026," ujarnya. Selain menjamin tersedianya alat pembelajaran darurat, aspek pemulihan psikososial bagi peserta didik juga menjadi fokus utama dalam penanganan setelah terjadi bencana.

Didik meminta agar sekolah segera memulai lagi proses pembelajaran dengan cara yang bisa menyesuaikan diri dengan keadaan di lapangan. "Kami meminta agar proses pembelajaran segera dilaksanakan, termasuk melalui permainan, bimbingan untuk mengatasi trauma, dan aktivitas yang menyenangkan agar anak-anak dapat mengurangi rasa duka mereka dan kembali belajar dengan tenang," jelas Didik.


Sumber : Kompas.tv

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon