Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Bobby Nasution: Terdapat 11 Titik di Jalur Tarutung-Sibolga yang Sepenuhnya Putus, Jalan Tersebut Terperosok

 

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat meninjau kondisi banjir di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut pada Jumat (5/12/2025).(Dok. Pemprov Sumut)


Bogor, Jawa Barat, Blogger.com - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan bahwa akibat dari banjir dan longsor, akses jalan dari Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, menuju Kota Sibolga masih belum dapat dilalui sepenuhnya. Terdapat jalur yang sepenuhnya terputus. "Jalur Tarutung-Sibolga terputus secara keseluruhan, (baru) sekitar 42 km yang telah terbuka. Namun, apabila kita lihat secara visual dari ketinggian, jalur tersebut memang terputus sepenuhnya," ucap Bobby saat ditanyakan oleh wartawan di Posko Tanggap Bencana yang terletak di Jalan AH Nasution, Medan, pada malam hari Minggu (7/12/2025).

Ia menyatakan bahwa terdapat sebelas titik jalur yang terputus yang tersebar di beberapa desa. Ia menjelaskan bahwa daerah yang terputus tidak hanya disebabkan oleh material longsor yang menutup, tetapi juga karena jalan yang mengalami amblas.

Oleh karena itu, diperlukan waktu perbaikan yang lebih lama. "Kami akan terus melaksanakan pembersihan meskipun kami menyadari bahwa jalur tersebut, yang menghubungkan akses dari Taput ke Tapteng-Sibolga, tidak dapat digunakan dalam waktu dekat karena terdapat 11 titik yang benar-benar putus total. Ini terjadi bukan karena tertutup oleh material, melainkan jalan tersebut mengalami ambles," ujar beliau. Sebelumnya, bencana banjir dan tanah longsor telah melanda 18 kabupaten dan kota di Sumatera Utara sejak hari Senin (24/12/2025).

Data terbaru dari BPBD Sumut pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 08. 00, mengindikasikan bahwa jumlah korban yang meninggal akibat bencana itu mencapai 338 jiwa, 138 orang dinyatakan hilang, 650 orang mengalami luka-luka, dan 42. 686 orang mengungsi.

Lokasi yang paling parah terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah. Jumlah korban yang meninggal dunia tercatat sebanyak 110 orang, sementara 94 orang masih dalam status hilang, dan 524 orang mengalami luka-luka.

Kejadian terburuk kedua berlangsung di Kabupaten Tapanuli Selatan, mengakibatkan 85 orang meninggal, 30 orang hilang, dan 69 orang mengalami luka-luka.


Sumber : Kompas.TV Sumut


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon