Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Keluarga Dedi Mulyadi Juga Menjadi Korban Bencana Alam di Sumatera, KDM Akan Berangkat Langsung ke Aceh

 

KAYU GELONDONGAN - Seorang warga di tengah sampah kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku memiliki keluarga yang menjadi korban bencana alam Sumatera, tepatnya di Aceh. 


Bogor Jawa barat, Blogger.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa ada anggota keluarganya yang menjadi korban akibat bencana alam di Aceh.

Sejak terjadinya bencana, keluarganya belum menerima informasi mengenai sanak saudaranya di Aceh.

Menurut Dedi, informasi tersebut awalnya disampaikan oleh keluarganya yang menyatakan bahwa ada sanak saudara di Aceh yang belum dapat dihubungi setelah terjadinya bencana.

Hingga saat ini, saudara saya masih tidak dapat dihubungi di Aceh. Saudara eks anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aceh adalah seorang mantan tentara. "Kakak saya sudah menangis, kamu itu Gubernur, katanya," ujar Dedi di Gedung Sate, Selasa (2/11/2025).

Dedi juga memiliki rencana untuk terbang langsung ke Aceh guna mencari keluarganya, serta memberikan bantuan kepada warga Jawa Barat lainnya yang berada di Aceh.

Tidak dapat membantu saudara dan tidak bisa dihubungi. "Saya juga mungkin akan berusaha untuk mencari saudara saya, apakah ada kemungkinan untuk bertemu? " ujarnya.

Dedi menyatakan bahwa saat ini warga Jawa Barat yang juga merupakan korban bencana di Sumatera sedang dalam proses pendataan. Kelak, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan dukungan langsung kepada para korban.

Sebelumnya, Dedi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan-bantuan yang akan dikirimkan ke daerah-daerah yang terkena dampak di ketiga provinsi tersebut.

"Pada minggu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera menyalurkan berbagai jenis bantuan yang diperlukan oleh masyarakat kita yang saat ini mengalami bencana," ujarnya.

Dedi juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk memberikan sumbangan bagi bencana yang mengakibatkan ratusan warga kehilangan nyawa. Ia menyatakan bahwa kesengsaraan masyarakat Sumatera juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.

"Bagi seluruh masyarakat Jawa Barat di manapun mereka berada, bencana yang dialami oleh saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh merupakan kesedihan yang kita rasakan bersama. " "Kita adalah saudara yang merupakan satu kesatuan, baik dalam tubuh maupun jiwa. "

"Mari kita bersatu untuk meringankan beban mereka dengan ikut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena bencana secara bersama," ujar Kang Dedi Mulyadi.




sumber : tribunjabar.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon