Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Kementerian Agama Siapkan Dana Rp 50 Miliar untuk Memperbaiki Fasilitas Keagamaan yang Terkena Dampak Bencana di Sumatera

 

Suasana pusat Kota Kuala Simpang yang luluh lantak akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Berdasarkan data BPBD setempat hingga Sabtu (6/12), banjir bandang mengakibatkan 57 warga Aceh Tamiang meninggal dunia dan 23 warga hilang, sementara berdasarkan data BNPB bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra mengakibatkan 916 orang meninggal dunia dan 274 orang hilang. (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)


Bogor, Jawa Barat, Blogger.com -- Kementerian Agama (Kemenag) telah mengalokasikan dana sebesar Rp 50 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung perbaikan fasilitas keagamaan di wilayah Aceh dan Sumatera. "Sebagai wujud dukungan pemerintah, Kementerian Agama menyediakan lebih dari Rp 50 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk memperbaiki fasilitas keagamaan yang mengalami kerusakan," jelas Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers, Senin (8/12/2025).

Nasaruddin menyatakan bahwa alokasi tersebut terdiri dari Rp 10,4 miliar yang berasal dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Masyarakat Islam untuk mendukung pemulihan 49 kantor urusan agama serta 61 masjid dan mushala.

Selanjutnya, sebesar Rp 40,85 miliar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dialokasikan untuk membantu pemulihan madrasah dan institusi pendidikan Islam yang terpengaruh oleh banjir," ujarnya.

Menurut Menteri Agama, penilaian mengenai kerusakan dilakukan secara terperinci, mencakup madrasah, masjid, musala, serta tempat ibadah lainnya.

Semua informasi sudah kami miliki dan akan terus kami perbarui. Kami berkomitmen untuk mengembalikan layanan yang berbasis keagamaan agar dapat beroperasi kembali dalam waktu sesingkat-singkatnya. "Ini mengenai mengembalikan kehidupan masyarakat," ujar Nasaruddin.

Nasaruddin menegaskan bahwa negara harus secara aktif membantu warga yang terkena dampak, terutama dalam pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan.

Kami pasti tidak hanya berdoa. Perhatian kita harus direalisasikan dengan cara yang nyata. Oleh karena itu, Kementerian Agama segera mengambil tindakan, mencatat kerusakan yang terjadi, dan memberikan bantuan untuk mengembalikan kegiatan masyarakat," ujarnya. Selain dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kontribusi dari masyarakat juga terus mengalir. Sampai saat ini, jumlah total sumbangan yang terkumpul melalui Baznas, FOZ, Poroz, dan Kemenag Peduli telah mencapai Rp 104. 335. 712. 000. Bantuan itu sedang didistribusikan secara bertahap ke tiga provinsi yang terkena dampak, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dari data yang disampaikan oleh BNPB pada Minggu (7/12/2025), terdapat laporan bahwa sebanyak 921 individu telah meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh.

Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sementara itu, terdapat 392 orang yang dilaporkan masih tidak dapat dihubungi, dan sebanyak 975. 079 orang telah mengungsi. Di Sumatera Utara, terdapat 329 orang yang meninggal dunia dan 82 orang yang masih hilang.

Selanjutnya, di Sumatera Barat, terdapat 226 orang yang telah meninggal dunia dan 213 orang yang masih hilang. Di Aceh, tercatat 366 jiwa meninggal, 97 orang hilang, serta 914. 202 orang mengungsi.



Sumber : Kompas.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon