Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

KORBAN Banjir di Sumatera Mengalami Penyakit, Kasus Demam Terbanyak di Sumbar, di Sumut Tercatat 277 Kasus

KORBAN BANJIR - Warga korban banjir kini hadapi masalah kesehatan dan sampah, serta pemulihan rumah, perabotan yang hancur karena ketidaksiapan pemerintah memitigasi bencana, Senin (1/11/2025).


Bogor, Blogger.com - Para korban banjir dan tanah longsor di daerah Sumatera mulai mengalami masalah kesehatan. Tercatat 377 kasus demam paling banyak di Sumatera Barat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginformasikan bahwa korban dari bencana banjir dan longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mulai merasakan sakit.

Data dari Kemenkes menunjukkan ada 376 kasus demam dari lima kabupaten di Sumbar, yaitu Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar antara tanggal 25 hingga 29 November 2025.

"Sumatera Barat mencatat jumlah kasus demam tertinggi dibandingkan tiga provinsi yang terkena dampak banjir dan longsor," jelas Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin, dalam pernyataannya pada hari Rabu (3/12/2025).

Agus menyebutkan, banyaknya kasus demam menunjukkan bahwa lingkungan dan tempat tinggal belum sepenuhnya pulih setelah bencana tersebut.

"Demam adalah keluhan yang paling cepat muncul setelah banjir, terutama ketika tempat evakuasi padat dan akses terhadap air bersih terbatas. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya perlindungan tubuh saat mengungsi," katanya.

Sementara itu, banyak keluhan kesehatan lainnya yang dilaporkan, seperti nyeri otot 201 kasus, gatal 120 kasus, masalah pencernaan 118 kasus, infeksi saluran pernapasan 116 kasus, tekanan darah tinggi 77 kasus, luka 62 kasus, sakit kepala 46 kasus, serta diare dan asma masing-masing 40 kasus.

"Di Sumatera Utara, pola yang sama juga terlihat. Di Kabupaten Tapanuli Selatan tercatat 277 kasus demam, diikuti dengan nyeri otot 151 kasus," tambahnya.

Warga di Sumut juga mulai mengalami gatal-gatal dengan 150 kasus, masalah pencernaan 94 kasus, infeksi saluran pernapasan 96 kasus, tekanan darah tinggi 75 kasus, luka 45 kasus, sakit kepala 23 kasus, diare 23 kasus, dan asma 3 kasus pada periode 25 November hingga 1 Desember 2025.

Sementara itu, Aceh menunjukkan pola yang berbeda. Rata-rata korban mengeluhkan rasa sakit pada luka-luka mereka dan diikuti dengan infeksi saluran pernapasan.

"Dari data di Kabupaten Pidie Jaya antara 25 hingga 30 November 2025, keluhan terbanyak adalah luka-luka dengan 35 kasus, diikuti ISPA 15 kasus dan diare 6 kasus," kata Agus.

Korban bencana mulai mengalami masalah kesehatan, Kemenkes memastikan telah mengirimkan tenaga kesehatan dan bantuan logistik tambahan ke area yang terkena dampak.

"Kami menjamin akan ada obat dan tenaga kesehatan yang cukup untuk menangani berbagai keluhan kesehatan masyarakat. Fokus kami adalah mencegah penularan penyakit dan mengurangi risiko komplikasi," tutur Agus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon