Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Masjid Megah di Bogor Selesai Dibangun dalam Waktu Singkat, Cuma 8 Bulan dan Siap Digunakan

 

Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau pembangunan Masjid Nurul Wathon di Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/12/2025)





Bogor, Jawa Barat, Blogger.com --- Pemerintah Kabupaten Bogor berhasil menyelesaikan pembangunan Masjid Raya yang terletak di area Stadion Pakansari, Cibinong, dalam jangka waktu yang relatif cepat.

Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Nurul Wathon tersebut selesai dalam waktu kurang dari satu tahun, yaitu tepatnya hanya dalam delapan bulan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa pembangunan masjid yang terletak di atas lahan seluas sekitar dua hektare ini bukanlah tugas yang mudah.

Proses pembangunan yang dimulai sekitar bulan Juli 2025 berhasil dipercepat hingga mencapai kemajuan 99 persen pada akhir bulan Desember.

Secara logika, ini merupakan tugas yang tidak mudah. "Proses pembangunan dimulai sekitar pertengahan tahun, antara bulan Juli dan Desember, selama kurang lebih delapan bulan," ujar Rudy saat mengunjungi penyelesaian pembangunan, pada Kamis (25/12/2025).

Meskipun terdapat beberapa tugas yang masih harus diselesaikan di area halaman, Masjid Nurul Wathon direncanakan akan mulai digunakan pada hari Jumat mendatang.

Kegiatan awal akan dimulai dengan Shalat Subuh berjamaah yang akan dihadiri secara langsung oleh Bupati Bogor dan seluruh anggota Pemerintah Kabupaten Bogor.

Rudy mengundang semua aparatur sipil negara (ASN) dan para pemangku kepentingan untuk secara bersama-sama merapikan beberapa bagian yang masih memerlukan penyelesaian akhir. Ia berpendapat bahwa masjid tidak perlu menunggu hingga keadaan ideal untuk mulai digunakan oleh masyarakat.

Penyedia telah meminta perpanjangan waktu satu hingga dua hari. Namun kami ingin menyampaikan bahwa Anda tidak perlu menunggu hingga segala sesuatunya sempurna. Mari kita gunakan sesuai kebutuhan. "Ini adalah momen untuk mengakhiri tahun 2025," ungkapnya.

Selain pelaksanaan Shalat Jumat pertama, Masjid Nurul Wathon juga akan berfungsi sebagai tempat doa bersama yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor pada akhir tahun 2025 setelah Shalat Ashar.

Acara tersebut akan menampilkan pembicara Miftah Maulana, yang dikenal sebagai Gus Miftah, serta berfungsi sebagai momen untuk merenungkan sepuluh bulan masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Rudy Susmanto–Jaro Ade.


Anggaran dan Rencana Konstruksi Gedung Masjid


Masjid Nurul Wathon didirikan di atas area seluas 2,6 hektare dengan total biaya sebesar Rp112 miliar yang diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025. Masjid ini dibangun dengan berbagai fasilitas tambahan yang mencolok.

Salah satu simbol penting dari masjid adalah Menara Tauhid yang memiliki ketinggian 96 meter, yang juga digunakan sebagai tempat untuk melihat pemandangan.

Di samping itu, terdapat Kolam Refleksi yang menawarkan suasana yang tenang dan nyaman bagi para jamaah.

Ruang utama masjid memiliki dimensi 44 x 57,2 meter dengan luas total mencapai 4. 707 meter persegi dan terdiri dari dua tingkat. Jalur pejalan kaki seluas delapan meter mengelilingi lingkungan masjid untuk meningkatkan kenyamanan para pengunjung.

Untuk menambah suasana religius, Bupati Bogor juga membawa potongan kiswah atau kain yang menutupi Kakbah dari Mekkah.

Beberapa ornamen lainnya, seperti replika pintu Ka'bah dan Al Mizab atau talang air Ka'bah, juga dipasang di area masjid, termasuk pada miniatur Ka'bah yang disiapkan untuk acara manasik haji.

Dengan adanya berbagai sarana dan simbol keagamaan tersebut, Masjid Nurul Wathon diharapkan dapat menjadi tempat ibadah sekaligus simbol baru bagi keagamaan di Kabupaten Bogor.




Nara Sumber : Kompas.com/Antara/M Fikri Setiawan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon