Kode iklan di atas
Pengungsi yang terkena dampak banjir di Aceh Utara harus bertahan hidup dengan menggunakan air sumur yang asin dan berbau
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bogor, Jawa Barat, Blogger.com --- Beberapa pengungsi yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara mengharapkan adanya penyaluran air bersih dari pemerintah dan para relawan. Hingga hari Senin, 15 Desember 2025, terdapat 69. 020 pengungsi yang masih tinggal di 138 lokasi pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
Senyum ceria terlihat di wajah Rasidah (40), penduduk Desa Meurandeh Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, ketika melihat sebuah mobil tangki air bersih milik Palang Merah Indonesia (PMI) datang ke lokasi pengungsian.
“Apabila tidak tersedia air bersih, kami akan menunggu air hujan. ” "Saat ini, hujan menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kami, karena kami khawatir akan terjadinya banjir lagi," ujar Rasidah.
Alternatif lain yang dilakukan oleh para pengungsi adalah memfilter air dari sumur yang terkena banjir. Menurut Rasidah, rasa air tersebut merupakan kombinasi antara rasa tawar, asin, dan memiliki aroma lumpur.
"Saring menggunakan pasir dan kain agar air menjadi lebih jernih. " "Namun, aroma tersebut tidak dapat dihapus, dan itulah yang kami konsumsi," jelasnya.
Sejumlah relawan, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mulai secara rutin mendistribusikan air bersih. Namun, batasan dari tangki penyimpanan yang berkapasitas besar menyebabkan distribusi air belum berjalan dengan baik. Sebanyak 5. 000 liter air dari kendaraan tangki perlu dipindahkan ke dalam ember kecil dan botol galon air mineral.
“Kami tidak memiliki dana untuk membeli tangki besar sebagai tempat menampung air dari relawan,” ujar Rasidah.
Di sisi lain, Ketua PMI Aceh Utara, Tantawi, menginformasikan bahwa dua unit mobil tangki air dari PMI Pusat telah dikirim ke tempat terjadinya bencana.
Ia menyampaikan bahwa tim relawan PMI telah menyalurkan air bersih ke tempat pengungsian di Desa Matang Tunong dan Keude Lapang, Kecamatan Lapang, serta Desa Meurandeh Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.
"Kendala dalam distribusi air disebabkan oleh ketiadaan tangki penampungan dengan kapasitas besar di lokasi tersebut. " "Oleh karena itu, diperlukan waktu dua jam untuk mendistribusikan 5. 000 liter air dari kendaraan ke ember-ember para pengungsi," jelas Tantawi.
Ia merekomendasikan agar relawan dan pihak-pihak yang terlibat dapat menyiapkan tangki air besar di tempat pengungsian untuk meningkatkan efisiensi dalam distribusi air bersih.
Kami siap untuk mendistribusikan air bersih. “Pada saat ini, terdapat dua mobil yang beroperasi selama 24 jam,” jelasnya.
Hingga saat ini, terdapat 69. 020 pengungsi yang masih tinggal di 138 lokasi pengungsian yang terletak di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, terdapat laporan mengenai 163 individu yang telah meninggal dunia dan enam orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Kerusakan yang disebabkan oleh banjir juga semakin meluas. Sebanyak 12 kawasan irigasi mengalami kerusakan, sedangkan delapan kawasan irigasi tersier mengalami kerusakan akibat banjir. Seluas 14. 509 hektar lahan pertanian terendam genangan lumpur setinggi satu hingga dua meter dan tidak bisa dimanfaatkan.
Teks asli tidak lengkap dan tidak memberikan konteks yang cukup untuk diparafrasekan. Mohon berikan teks lengkap yang ingin Anda parafrasekan, dan saya akan membantu Anda dengan senang hati.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar