Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Perbarui Data Korban Bencana Alam di Sumut Pagi Ini, 290 Jiwa Meninggal, 130 Masih Tak Ditemukan

 

Kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga usai kena bencana alam longsor dan banjir, Jumat (28/11/2025). Polda Sumut mencatatkan 290 orang meninggal dunia di Sumut akibat bencana alam. 


Bogor, Blogger.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengungkapkan informasi sementara mengenai jumlah korban yang meninggal akibat bencana alam di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Data sementara yang diperoleh Polda Sumut pada Rabu 3 Desember, pukul 09:00 WIB, menunjukkan bahwa sebanyak 290 orang telah meninggal karena bencana tersebut.

Sementara itu, ada 130 orang yang dilaporkan masih hilang atau dalam proses pencarian.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengungkapkan bahwa terdapat 517 orang yang mengalami luka berat dan 157 orang dengan luka ringan.

Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban tewas paling tinggi, yaitu 86 orang dan 104 orang lainnya masih hilang.

Selanjutnya, Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat 84 orang meninggal dan 4 orang hilang.

Di Kota Sibolga, ada 47 orang yang meninggal dunia, dengan 9 orang masih dalam pencarian.

"Jumlah korban yang meninggal mencapai 290 orang, luka berat 517 orang, dan 130 orang masih hilang," ujar Kombes Ferry Walintukan pada Rabu (3/12/2025).

Bencana yang melanda Sumatera Utara ini terjadi sejak tanggal 24 November dan berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta pohon tumbang.

Jumlah lokasi yang terjadinya bencana mencapai 881 titik, yang terjadi di 18 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Ada juga 13. 036 orang yang terpaksa mengungsi di posko berbeda akibat dampak bencana ini.

"Saat ini ada 13. 036 orang yang mengungsi. "

Hingga kini, Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih berada di lokasi bencana bersama TNI, Basarnas, BNPB, dan pemerintah daerah.

Mereka terus berusaha mencari korban yang hilang, memberikan bantuan, menyediakan layanan kesehatan, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.

"Kami menjalankan operasi Aman Nusa II Toba dengan melibatkan Pemda, TNI, BPBD, BNPB, dan Basarnas untuk menangani bencana alam. "






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon