Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Polisi Mencatat Tiga Titik Rawan Kemacetan di Jalur Puncak Bogor

 

Polisi sedang memberlakukan sistem oneway menuju Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat (26/12/2025)


BOGOR, Blogger.com - Kepolisian telah mengidentifikasi beberapa lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan di jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sehubungan dengan peningkatan jumlah kendaraan wisatawan pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kemacetan ini disebabkan oleh sifat jalan serta aktivitas masyarakat di beberapa persimpangan utama. KBO Sat Lantas Polres Bogor, Iptu Ardian, menyatakan bahwa lokasi kemacetan pertama terletak di Simpang Pasir Muncang.

Persimpangan itu memiliki ciri bottleneck karena adanya penyempitan jalur dari arah bawah.

"Dari arah bawah, lebar jalan tersebut sekitar 16 meter, kemudian menyempit menjadi sekitar 8 meter. " "Kondisi ini mengakibatkan melambatnya lalu lintas kendaraan," kata Ardian kepada Kompas. com, Jumat (25/12/2025).

Titik kepadatan yang berikutnya terletak di Simpang Megamendung. Menurut Ardian, sifat persimpangan di lokasi itu menyebabkan perlambatan dalam pergerakan kendaraan.

"Di Simpang Megamendung ini sering terjadi persilangan kendaraan, sehingga kemungkinan terjadinya kepadatan sangat tinggi, terutama saat jumlah kendaraan meningkat," ujar dia.

Di samping itu, kemacetan sering kali terjadi di perempatan Pasar Cisarua. Karena lokasi ini adalah pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat sekitar, maka lalu lintas kendaraan lokal bercampur dengan lalu lintas wisatawan.

Pasar Cisarua merupakan pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat di daerah Cisarua. Kegiatan kendaraan yang masuk dan keluar di kawasan pasar berkontribusi pada kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Ardian menyatakan bahwa kepolisian melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas dengan cermat di lokasi-lokasi tersebut guna mengatasi kemacetan.

Sebanyak 126 anggota telah disiapkan untuk mengatasi antrean yang panjang, khususnya pada waktu-waktu padat. Ia mengingatkan para pengguna jalan yang melewati jalur Puncak untuk lebih berhati-hati dan mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan, terutama ketika melewati persimpangan yang sering mengalami kepadatan.





Nara Sumber   : Kompas.com/Putra Ramadhani Astyawan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon