Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Terus Bertambah, Jumlah Korban yang Meninggal Akibat Bencana di Sumatera Mencapai 753 Orang, 650 Masih Hilang

 

Tim SAR gabungan bersama warga mengevakuasi korban tanah longsor di Desa Semangat Gunung, Karo, Sumatera Utara (Foto: ANTARA FOTO/FRANSISCO CAROLIO)

Bogor, Blogger.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah orang yang meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mencapai 753 jiwa, sementara 650 orang lainnya hilang. Angka tersebut diambil dari situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), yang diakses detikcom pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 06. 00 WIB.

Berikut adalah rincian jumlah korban yang meninggal dan hilang.

  • Aceh: 218 orang meninggal dan 227 orang hilang
  • Sumatera Barat: 234 orang meninggal dan 260 orang hilang
  • Sumatera Utara: 301 orang meninggal dan 163 orang hilang

Data dari Pusdatin BNPB juga menunjukkan bahwa sekitar 2. 600 orang mengalami luka-luka, lebih dari 3. 600 rumah mengalami kerusakan berat, lebih dari 2. 100 rumah rusak sedang, dan lebih dari 3. 700 rumah mengalami kerusakan ringan.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan bahwa mereka akan terus mencari para korban.

"Kami akan melanjutkan operasi ini. Jika masih ada kemungkinan kami menemukan korban, kami akan terus mencari. Operasi ini hanya akan dihentikan jika pencarian korban sudah tidak efektif lagi," ungkap Kepala Basarnas, Mohammad Syafii di Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat, pada Senin, 1 Desember 2025.

"Dukungan dari berbagai pihak terus datang agar operasi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan baik sampai semua korban ditemukan," tambahnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon