Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

108 Warga di Sitaro Menjadi Pengungsi Karena Banjir Bandang

 

Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), Senin 5 Januari 2026.


Bogor, Blogger. com – Sebanyak 108 orang dari 35 keluarga di Kepulauan Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Tenggara terpaksa mengungsi akibat banjir besar yang melanda tempat tinggal mereka, pada hari Senin (5/1/2026). Saat ini, sebanyak 11 individu telah ditemukan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, telah menetapkan keadaan darurat selama 14 hari ke depan dan mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk menangani bencana.

Pemerintah daerah segera bertindak dengan mengerahkan tim bersama untuk mencari korban, mengevakuasi warga yang terdampak, serta menangani jalan yang tertutup oleh material longsor. "Keamanan masyarakat merupakan hal yang paling penting," kata Chyntia.

Bupati juga meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca masih memiliki potensi hujan dengan intensitas tinggi.

"Kami mengajak masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rentan bencana, untuk tetap berhati-hati, menjauhi daerah perbukitan dan aliran sungai, serta segera memberitahukan kepada pemerintah setempat atau pihak berwenang jika terjadi keadaan darurat," tambahnya.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, bersama dengan pihak TNI, Polri, perangkat kecamatan, pemerintah kelurahan, dan relawan, masih melaksanakan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan serta bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi kembali.



Penulis             : Raden Dede Sudrajat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon