Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

1500 Ton Sampah di Kabupaten Bogor Belum Terselesaikan, Pengamat Mengungkapkan Bahwa DLH Harus Melakukan Hal Ini

 

Ilustrasi Sampah

Bogor, Blogger.com -- Jumlah sampah yang terakumulasi di beberapa daerah Kabupaten Bogor telah menjadi masalah yang sulit dihindari oleh masyarakat bumi Tegar Beriman.

Menurut Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, Kabupaten Bogor perlu segera menangani permasalahan sampah yang tampak semakin parah. Saatnya kita menyatakan area ini sebagai keadaan darurat terkait sampah dan melaksanakan langkah-langkah serius untuk membersihkan lingkungan hidup kita.

Menurut Asmawa Tosepu, terdapat sekitar 1500 ton sampah di Kabupaten Bogor yang belum dikelola secara efektif oleh Pemerintah Daerah.

Menurut Asmawa, Kabupaten Bogor menghasilkan kurang lebih 2. 700 ton sampah setiap hari, tetapi baru sekitar 1. 200 ton yang dapat dikelola dengan cara konvensional. Ini menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 1. 500 ton sampah yang belum dikelola dengan baik.

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Pengamat Lingkungan, Soekmana Soma, estimasi sederhana tersebut menunjukkan bahwa warga Kabupaten Bogor memproduksi sekitar 8. 500 ton sampah setiap harinya.

Menurut Soekmana, dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 6 juta orang di Kabupaten Bogor, telah disepakati bahwa setiap individu menghasilkan sampah sebanyak 2-3 liter setiap harinya.

Berdasarkan informasi terkini, setiap hari Kabupaten Bogor memproduksi 12 liter sampah jika setiap orang hanya membuang 2 liter. Namun, jika mempertimbangkan bahwa sekitar separuh populasi menetap di daerah tersebut, kemungkinan hasilnya akan mencapai 6 juta atau 6000 m3 limbah setiap hari.

Sesuai dengan ketentuan bahwa 1 ton sampah sama dengan 0,714 m3, maka Kabupaten Bogor memproduksi sekitar 8. 571 ton sampah setiap harinya. “Ini merupakan angka perkiraan yang tidak pasti, kira-kira sekitar 8. 500 ton setiap hari,” jelas Soekmana.

Menurut pendapatnya, jumlah limbah yang dihasilkan oleh warga Kabupaten Bogor hanya sepertiga dari estimasi yang disampaikan oleh PJ Bupati. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Tegar Beriman sangat memperhatikan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan mereka.

Saat ini, hanya 1200 ton limbah yang diolah di Kabupaten Bogor. Angka ini tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya, sehingga wajar jika kita menemukan sampah tersebar di berbagai lokasi seperti sungai, lahan kosong, selokan, dan sebagainya.

Selain itu, Soekmana juga mengangkat masalah pengelolaan limbah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor. Salah satu penyebab mengapa isu ini belum terselesaikan di bumi Tegar Beriman adalah karena Dinas Lingkungan Hidup tidak memiliki unit pelayanan persampahan di tingkat kecamatan.







Penulis                                            Raden Dede Sudrajat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon