Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

25 Korban Tanah Longsor di Cisarua Telah Ditemukan, 11 Jenazah Sudah Dikenali

 

Operasi pencarian korban longsor pada hari kedua di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dihentikan, 

Blogger.com ------ Tim pencarian dan penyelamatan gabungan telah menemukan sebanyak 25 korban akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, berdasarkan hasil operasi pencarian hingga hari Minggu (25 Januari 2026). Oleh karena itu, masih terdapat sekitar 65 korban yang akan dilakukan pencarian lebih lanjut pada hari Senin, tanggal 26 Januari 2026.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa operasi pencarian pada hari kedua telah dihentikan pada pukul 16. 00 WIB akibat cuaca yang kurang mendukung, yaitu hujan deras. "Terdapat sebanyak 25 kantong jenazah yang telah diserahkan kepada pihak DVI Polri," ujarnya yang dikutip dari Antara.

Dia menyatakan bahwa pencarian pada hari kedua ini difokuskan pada lokasi yang sebelumnya menjadi tempat penemuan korban longsor di Cisarua. Temuan berada di area A dan B, dengan mayoritas terletak di A1, A2, dan B1, sesuai dengan data yang diperoleh dari lapangan. "Kami mengarahkan pencarian kami ke dua daerah ini karena banyaknya korban longsor yang berada di area tersebut menurut informasi dari masyarakat," jelasnya.

Sebanyak 11 jenazah telah dikenali identitasnya.

Sementara itu, tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 11 jenazah, terdiri dari 10 jenazah yang tubuhnya utuh dan satu jenazah yang berupa potongan tubuh.

Para korban yang telah dikenali mencakup:

  1. Suryana (57 tahun), 
  2. Jajang Tarta (35 tahun), 
  3. Dadang Apung (60 tahun), 
  4. Nining (40 tahun), 
  5. Nurhayati (42 tahun), 
  6. Lina Lismayanti (43 tahun), 
  7. A. I. Sumarni (35) 
  8. Koswara (40) 
  9. Koswara (26) 
  10. Ayu Yuniarti (31) 
  11. M. Kori berusia 30 tahun.

Longsor yang Terjadi Kembali Menjadi Hambatan dalam Pencarian

Menurut Ade Dian, munculnya longsor susulan menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencarian korban pada hari Minggu (25/1/2026). Baru saja terjadi longsor susulan akibat adanya retakan pada bagian atas longsor, sehingga pencarian dihentikan sementara selama sekitar 30 menit.

Sesuai dengan penelitian yang dilakukan di lapangan pada pukul 10. 30 WIB, dan dilanjutkan pada pukul 11. 00 WIB," ujarnya. Untuk prosedur pencarian pada hari Senin, tanggal 26 Januari 2026, Ade Dian melanjutkan, tim SAR akan meningkatkan jumlah lokasi pencarian di daerah yang sulit diakses dan akan menggunakan peralatan deteksi tambahan untuk mempercepat proses identifikasi para korban. "Pada hari kedua pencarian ini, kami akan menurunkan peralatan berat. Besok, direncanakan akan ada tiga alat berat tambahan, sehingga total menjadi enam yang dikerahkan," jelas Ade Dian.





Nara Sumber.                   Ade Dian

Penulis Berita.                  Raden Dede Sudrajat 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon