Kode iklan di atas
40 Kepala Keluarga Terjebak Akibat Longsor di Pamekasan, Jalan Alternatif Tertimbun Kembali.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com ---- Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur hingga hari Senin (26/1/2026), masih terjebak setelah jalan utama tertutup akibat longsor. Jalan utama di sebuah dusun telah terhalang akibat longsor yang terjadi sejak hari Kamis (15/1/2026) yang lalu. Sebanyak 40 Kepala Keluarga mengalami dampak, sehingga akses terhadap pendidikan menjadi sulit.
Hatim (44), seorang penduduk setempat, mengungkapkan bahwa sudah hampir tiga minggu kegiatan warganya terganggu. Tidak ada kendaraan yang diperbolehkan untuk keluar dari Dusun Laok Gunung. Kami masih menghadapi kesulitan dalam mengakses. "Karena jalan utama terhalang oleh longsor," ucapnya.
Akhir pekan lalu, telah dibuat jalur alternatif di sekitar area longsor. Akan tetapi, tidak lama kemudian, jalan tersebut terhalang oleh longsor yang terjadi berikutnya. Karena, area yang terdampak longsor semakin meluas. Oleh karena itu, jalur alternatif yang dibuat secara mendadak telah kembali tertutup.
Sampai sekarang, akses terhadap pendidikan masih sulit. Beberapa siswa harus berjalan kaki ke desa yang lain untuk pergi ke sekolah, sementara sebagian yang lain masih diangkat oleh orang tua mereka. Kendaraan masih mengalami kesulitan untuk keluar. "Meskipun terdapat jalan yang rusak dan perlu menempuh jarak empat kilometer," ujarnya.
Semakin berkembang.
Warga lokal lainnya, Imammuddin, mengungkapkan bahwa dia kembali mengunjungi tempat terjadinya longsor. Keadaannya semakin burk dan menyebar. Bahkan, panjang jalan yang retak telah semakin bertambah. Saya menuju ke tempat tersebut. Tanah longsor semakin meluas. "Jalan beraspal yang dilalui oleh warga terpecah dan memiliki panjang," ungkapnya.
Ia menyatakan bahwa jalan setapak yang dibuat oleh warga kini tidak terlihat lagi. Tanah longsor telah menutupi jalan yang dibangun oleh masyarakat secara mandiri untuk meningkatkan akses. "Sementara itu, untuk makanan masih dalam keadaan baik. " Masyarakat benar-benar bersedia menempuh jarak yang jauh untuk membeli bahan kebutuhan pokok di pasar," tambahnya. Dinyatakan bahwa BPBD setempat telah hadir sehari setelah peristiwa longsor. Namun setelah itu, tidak ada kunjungan lagi hingga hampir tiga minggu setelah terjadinya longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, Achmad Zainullah, menyatakan bahwa sementara ini, di area sekitar lokasi longsor, pembangunan jalan tidak dapat dilakukan. Karena keadaan tanahnya masih dalam proses pergerakan. Pihak tersebut menganjurkan masyarakat untuk berinisiatif secara mandiri dalam membuka akses baru. Tempatnya harus berada jauh dari risiko tanah longsor dan dapat diakses dengan alat berat.
Nara Sumber. Hatim dan imamuddin
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar