Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Atap SMAN 2 Gunung Putri Bogor Runtuh, 6 Ruang Kelas Terluka dan Siswa Ditiadakan Aktivitas Belajarnya

 

Ambruknya atap bangunan SMA Negeri 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (23/1/2026) berdampak pada kerusakan enam ruang kelas belajar.

Blogger.com ---- Runtuhnya atap gedung SMA Negeri 2 Gunung Putri yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengakibatkan kerusakan pada beberapa ruang kelas. Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, terdapat setidaknya enam ruang kelas yang mengalami kerusakan yang signifikan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengungkapkan bahwa dampak yang ditimbulkan mencakup tiga ruang kelas XII dan dua toilet yang terletak di lantai dua. Di lantai satu, terdapat tiga ruang kelas dan dua toilet yang berada tepat di bawah bangunan yang runtuh tersebut.

"Atap tiga ruang kelas XII dan dua atap toilet telah runtuh dan berada di lantai dua. Di lantai satu terdapat tiga ruang kelas serta dua toilet, sehingga totalnya ada enam ruang kelas dan empat toilet," ungkap Adam saat dihubungi Kompas. com pada hari Jumat. Adam menjelaskan bahwa insiden robohnya atap sekolah tersebut terjadi sekitar pukul 04. 30 WIB, saat sekolah dalam keadaan kosong atau kegiatan belajar-mengajar belum dimulai.

Oleh karena itu, Adam menjamin bahwa tidak ada yang kehilangan nyawa atau terluka. Meskipun begitu, kerusakan pada bangunan tersebut menyebabkan gangguan dalam proses belajar mengajar. Siswa SMAN 2 Gunung Putri untuk sementara waktu diliburkan agar dapat menghindari kemungkinan risiko lebih lanjut selama proses penanganan dan penyelidikan berlangsung.

Bangunan tersebut runtuh tadi pagi dan tidak ada yang terluka. "Untuk peserta didik, kegiatan belajar dilaksanakan dengan libur sementara," katanya. Hingga saat ini, tim reaksi cepat atau TRC BPBD telah melaksanakan kajian cepat, analisis lapangan, dan berkoordinasi dengan pihak setempat. Hasil analisis sementara dari BPBD menunjukkan bahwa, selain faktor hujan dan angin kencang, kondisi struktur atap juga berkontribusi terhadap keruntuhan bangunan. Struktur atap yang terbuat dari baja ringan dengan beban genting dianggap tidak memadai untuk menahan tekanan dari cuaca yang ekstrem.

Adam menyatakan bahwa bangunan yang runtuh sebenarnya berbeda dari bangunan yang sebelumnya dikhawatirkan akan roboh dan telah dikosongkan berdasarkan hasil pemeriksaan dinas terkait beberapa bulan yang lalu. “Bangunan lainnya yang justru mengalami keruntuhan,” ungkapnya. Saat ini, area bangunan yang runtuh tersebut telah diberi garis pembatas (Garis BPBD) di sekelilingnya agar tidak dilewati.

Proses investigasi dan penanganan lebih lanjut terus dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang, sementara yang sangat diperlukan di lokasi saat ini adalah alat untuk membersihkan material bangunan. “Hujan dan angin yang sangat kuat mengakibatkan gedung runtuh, ditambah dengan konstruksi atap yang tidak memadai,” ujarnya. Berdasarkan analisis awal di lapangan, hujan dan angin sangat kuat telah menyebabkan beberapa bangunan runtuh. Konstruksi bangunan pada bagian atap yang tidak memadai (baja ringan pada atap yang dipasang dengan genting) menjadi salah satu penyebabnya.

Bangunan yang sebelumnya dikhawatirkan akan ambruk, berdasarkan kajian tiga bulan lalu yang dilakukan oleh dinas terkait, sudah dikosongkan. Namun, yang justru ambruk adalah bangunan yang lain. Sebelumnya dilaporkan bahwa atap dari SMA Negeri 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk pada Jumat (23/1/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi pada saat hujan lebat yang telah berlangsung sejak malam kemarin.

Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaluddin, menyatakan bahwa peristiwa runtuhnya atap sekolah tersebut berlangsung sekitar setelah waktu subuh atau di pagi hari. "Memang benar, SMAN 2 runtuh dan insiden tersebut terjadi pada pagi subuh ini," ujar Jalaluddin.





Nara Sumber.                   Jalaluddin dan Adam
Penulis Naskah berita    Raden Dede Sudrajat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon