Kode iklan di atas
Banjir Bandang Melanda Bulumanis Kidul Pati, Tanggul Sungai Jebol, 200 Rumah Terdampak
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger. com - Sebuah banjir bandang menghantam Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati pada Jumat malam (9/1/2026). Kejadian tersebut terjadi karena tanggul Sungai Suwatu jebol sepanjang sekitar 20 meter. Sekitar 200 rumah terkena dampaknya. Hujan lebat yang melanda wilayah Pati sejak sore hari menjadi penyebab awal dari bencana ini. Banjir mulai memasuki area pemukiman sekitar pukul 21. 00 WIB ketika tanggul tidak mampu lagi menahan derasnya aliran air.
Keadaan desa menjadi menakutkan, suara teriakan panik warga terdengar di tengah hujan lebat dan kegelapan malam.
Setelah setengah jam, situasinya semakin serius. Air mencapai ketinggian 1,2 meter, merendam ratusan rumah di tujuh RT. Selain air, rumah warga juga dipenuhi lumpur tebal, kayu, dan puing-puing. Kendaraan roda dua dan roda empat pun terkena dampak dari material banjir. Slamet, seorang penduduk setempat, menduga hujan deras yang turun di kawasan Pegunungan Muria menjadi faktor utama penyebab banjir bandang yang melanda desanya. "Hujan lebat dari atas Gunung Muria. Sementara ini yang jebol baru satu tanggul di Sungai Suwatu, panjangnya sekitar 20 meter," jelasnya pada Sabtu (10/1/2026).
200 Rumah Terkena Dampak
Di sisi lain, Ketua RT 1 RW 2 Desa Bulumanis Kidul, Dwi Yuda Kartika, menginformasikan bahwa puncak banjir terjadi sekitar pukul 21. 30 WIB. Belasan rumah mengalami kerusakan parah, sedangkan lebih dari 200 rumah terendam genangan lumpur setinggi 5 hingga 20 sentimeter.
"Pada pukul 21. 00 WIB tanggul mulai jebol, puncaknya sekitar setengah jam setelahnya. Banyak rumah yang rusak, air masuk dengan deras," katanya saat dijumpai di lokasi pada Sabtu (10/1/2026).
Menurut Yuda, tanggul yang jebol itu merupakan bagian dari tanggul lama yang sebelumnya pernah rusak pada tahun 2022 dan telah diperbaiki. Namun, derasnya arus kali ini kembali merobohkan tanggul tersebut dan meluas ke arah timur.
Walaupun menimbulkan kerusakan, warga bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Yuda menilai dampak banjir kali ini tidak separah kejadian sebelumnya karena warga sudah lebih waspada dan mendapatkan peringatan lebih awal.
Saat ini, banjir telah surut. Penduduk masih beraktifitas membersihkan lumpur dan puing-puing yang mengendap di rumah mereka. Pemerintah desa bersama warga berharap agar perbaikan tanggul dapat segera dilakukan agar bencana serupa tidak terulang kembali.
Penulis Raden Dede Sudrrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar