Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Banjir dan Cuaca Ekstrem di Serang Memperluas, 19. 088 Penduduk dan 4. 934 Terkena Dampak

 

Banjir merendam perumahan Grand Sutera, Pemancangan, Kota Serang, Banten, Selasa (12/1/2026). Banjir disebabkan meluapnya irigasi di sekitar perumahan

Blogger.com --- Bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh hujan deras terus menyebar di daerah Kabupaten dan Kota Serang, Provinsi Banten. Hingga malam Selasa, tanggal 13 Januari 20206, laporan menunjukkan bahwa dampak dari banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah mencapai puluhan desa serta kecamatan, yang mengakibatkan ribuan warga terkena dampak dan ratusan orang lainnya harus mengungsi.

Situasi ini mendorong pemerintah daerah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan tindakan lanjutan dalam rangka mengurangi risiko bagi masyarakat.

Seberapa Besar Pengaruh Bencana di Kabupaten Serang?

BPBD Kabupaten Serang mencatat bahwa bencana hidrometeorologi telah meluas dan kini mencakup 32 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Data terbaru hingga pukul 20. 30 WIB menunjukkan dampak yang signifikan.

Informasi terbaru hingga pukul 20. 30 WIB menunjukkan bahwa terdapat 5. 386 kepala keluarga (KK) atau 19. 088 individu yang terkena dampak banjir, tanah longsor, serta angin kencang," ucap Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, dalam sebuah pernyataan di Serang yang kemudian dilaporkan oleh Antara.

Dari total warga yang terkena dampak tersebut, terdapat kelompok-kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus, yaitu 439 orang lanjut usia, 1. 922 balita dan anak-anak, tiga ibu hamil, serta 24 ibu yang sedang menyusui.

Apa yang Menjadi Faktor Pendorong Banjir di Kabupaten Serang?

BPBD menjelaskan bahwa bencana disebabkan oleh hujan deras yang telah melanda kawasan Kabupaten Serang selama sekitar satu hari. Hujan yang sangat lebat itu menyebabkan beberapa sungai besar meluap.

Beberapa sungai yang telah dilaporkan mengalami banjir termasuk Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, dan Rawa Danau. Sebagai akibat dari luapan tersebut, air menggenangi kawasan pemukiman penduduk dengan kedalaman yang bervariasi, mulai dari 2 hingga 60 sentimeter.

Apa saja Pengaruh dari Kerusakan yang Terjadi?

Selain mempengaruhi kegiatan masyarakat, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada ribuan bangunan tempat tinggal; BPBD Kabupaten Serang mencatat bahwa sebanyak 4. 934 rumah terpengaruh.

Detailnya mencakup:

  • Sebanyak 4. 889 unit rumah terkena dampak banjir.
  • Sebanyak 44 rumah mengalami kerusakan akibat tanah longsor.
  • Satu rumah mengalami kerusakan akibat angin yang sangat kuat.

Keadaan ini mendorong beberapa warga untuk melakukan evakuasi secara mandiri ke rumah sanak saudara atau tempat yang dianggap lebih aman.

Wilayah Apa Saja yang Terkena Dampak?

Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Serang dilaporkan terkena dampak bencana, yaitu Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, dan Mancak.

Saat ini, beberapa warga yang terkena dampak banjir sedang melakukan evakuasi secara mandiri ke rumah kerabat dan lokasi yang lebih aman. Tim juga telah melaksanakan evakuasi penduduk di Masjid Jami Nuroh BCP 2 dan area BNL," tambah Ajat.

Menyusul peningkatan dampak bencana, BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan untuk menetapkan status Tanggap Darurat. Usulan ini disampaikan agar pengelolaan dapat berlangsung dengan lebih cepat dan terorganisir.

BPBD juga mencatat beberapa kebutuhan mendesak yang ada di lokasi, antara lain: pompa penyedot air, makanan siap saji, tenda untuk pengungsian, dan perahu fiber untuk proses evakuasi. Walaupun di beberapa lokasi, termasuk Desa Tanjung Manis di Kecamatan Anyer dan Desa Sentul di Kecamatan Kragilan, situasi dilaporkan mulai stabil, petugas tetap siaga karena cuaca masih mendung dan berpotensi turun hujan.

Apa Status Banjir di Kota Serang?

Selain Kabupaten Serang, daerah Kota Serang juga mengalami bencana banjir. BPBD Kota Serang mencatat bahwa 1. 579 rumah terkena banjir dan 501 warga harus meninggalkan rumah. Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyatakan bahwa banjir terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut sejak hari Minggu (11/1/2026).

Jumlah individu yang terkena dampak mencapai 6. 105 orang dari 1. 658 Kepala Keluarga (KK). "Dari total tersebut, sebanyak 501 orang terpaksa mengungsi akibat kondisi kebanjiran yang cukup parah di daerah permukiman mereka," kata Diat. Banjir telah melanda enam kecamatan, yaitu Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.

Daerah Manakah yang Paling Terkena Dampak di Kota Serang?

Diat menyatakan bahwa area dengan ketinggian air paling tinggi terdapat di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, dengan ketinggian mencapai 120 sentimeter. Di tempat ini, telah dilaporkan bahwa sebanyak 167 orang telah mengungsi.

Selain itu, terdapat pencatatan pengungsian di Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, sebanyak 200 orang, serta di Kelurahan Panancangan dengan jumlah pengungsi sekitar 50 orang.

"Diat menyatakan, 'Kami telah mendirikan tenda untuk pengungsi di area yang terkena dampak serius, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya, guna menampung masyarakat. '"Selain banjir, kondisi cuaca ekstrim di Kota Serang juga mengakibatkan sembilan insiden pohon tumbang yang sempat menghalangi akses jalan dan mengenai bangunan.

Selain itu, tercatat 15 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang disebabkan oleh angin kencang dan kondisi cuaca lainnya.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca dan berhati-hati, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah rentan banjir dan tanah longsor," ungkap Diat Hermawan.



Nara Sumber       DN

Penulis                RDS




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon