Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Banjir di Ciasem Merendam Ribuan Rumah Warga, Bupati Subang Meminta Perbaikan Tanggul yang Jebol

 

Suasana kepanikan warga saat tiba-tiba banjir menerjang Perumahan Grand Texpia Ciasem Subang

Blogger.com ----- Banjir masih merendam daerah Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada hari Minggu (25/1/2026). Lebih dari 1. 000 rumah masyarakat yang terdapat di enam desa dilaporkan masih terendam air dengan kedalaman berkisar antara 10 hingga 150 sentimeter.

Banjir di Ciasem terjadi karena hujan yang sangat deras, yang mengakibatkan bendungan Cijengkol dan Sungai Ciasem meluap, serta tanggul sungai di belakang Perumahan Grand Texpia jebol.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang mencatat bahwa lebih dari 1. 000 rumah dan ratusan hektar lahan pertanian di enam desa telah terendam oleh banjir.

BPBD Subang menjelaskan bahwa di Desa Dukuh terdapat 600 rumah dan 200 hektar lahan pertanian yang terpengaruh. Selanjutnya, di Desa Pinangsari, banjir telah menggenangi 34 rumah.

Di Desa Ciasem Tengah, terdapat 490 unit rumah dan sebanyak 1. 632 individu yang terpengaruh. Di Desa Ciasem terdapat 10 rumah, di Desa Ciasem Hilir ada 900 rumah, dan di Desa Jatibaru juga 10 rumah yang terkena banjir.

Tim Pencarian dan Pertolongan Bersama Siap di Lokasi

Kepala BPBD Subang, Udin Jazudin, menyampaikan bahwa untuk menangani banjir di Ciasem, sejumlah petugas SAR Gabungan telah dikerahkan dari BPBD, Tagana, Damkar, relawan, serta unsur TNI dan Polri.

"Sejak kemarin, tim SAR yang terdiri dari beberapa instansi telah siap siaga dan memberikan bantuan dalam mengevakuasi warga yang terdampak banjir serta mendistribusikan makanan," ujarnya.

Posko SAR Gabungan telah didirikan di depan Pasar Ciasem, demikian pula dengan dapur umum dan posko kesehatan yang telah dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga yang menjadi korban banjir.

"Dapur umum dan layanan kesehatan telah bersiap untuk mendukung kebutuhan para korban banjir di Ciasem," ungkapnya. "Bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir juga telah tiba dari berbagai komponen masyarakat, yang langsung dikirim ke Posko terpadu Siaga Banjir Ciasem," tambahnya.

Bupati Meminta Agar Tanggul yang Jebol Segera Diperbaiki

Bupati Subang, Reynaldy, yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi banjir, menyatakan bahwa banjir di Subang melanda 4 kecamatan, yang semuanya terletak di kawasan Pantura.

"Banjir yang paling parah terjadi di Ciasem disebabkan oleh meluapnya sungai Ciasem dan Bendungan Cijengkol. Sementara itu, banjir di Pamanukan disebabkan oleh luapan sungai Cigadung dan Kalemsema yang menggenangi ratusan rumah di Desa Mulyasari. Di Blanakan dan Sukasari, banjir hanya merendam lahan pertanian," ujarnya.

Dalam menangani banjir, Reynaldy memberikan perhatian khusus pada keselamatan warga serta kebutuhan akan makanan dan kesehatan bagi para korban banjir.

Di sisi lain, untuk menghindari terulangnya banjir dan memperburuk kondisi, Reynaldy mendorong pihak pengembang Perumahan Grand Texpia dan BBWS agar segera melakukan perbaikan pada tanggul yang mengalami kerusakan di sekitar perumahan tersebut.

"Saya memohon agar tanggul segera diperbaiki supaya banjir tidak terulang di masa mendatang, mengingat hujan masih terus deras," ujarnya.



Nara Sumber              Reynaldy, 

Penulis Berita             Raden Dede Sudrajat





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon