Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Banjir di Demak Semakin Luas, 8 Desa di 4 Kecamatan Terendam Air

 

Salah seorang warga menuntun sepeda dalam kondisi banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026).

Blogger.com --- Cuaca yang sangat buruk dalam satu minggu terakhir telah mengakibatkan terjadinya banjir di delapan desa yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak pada hari Rabu (15/1/2026) pagi mencatat bahwa banjir telah menggenangi delapan desa yang tersebar di empat kecamatan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, mengungkapkan bahwa tinggi air berkisar antara 15 hingga 65 sentimeter.

"Banjir terjadi di Kecamatan Demak, Kecamatan Bonang, Kecamatan Sayung, dan Kecamatan Karanganyar," kata Prapto dalam sebuah pesan resmi, Rabu.

Di bawah ini adalah rincian mengenai desa-desa yang terkena dampak banjir:

Kecamatan Demak

Kelurahan Betokan, tinggi permukaan air antara 15 hingga 30 sentimeter.

Desa Karangmelati memiliki ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter.

Kecamatan Bonang

Desa Tridonorejo memiliki kedalaman air antara 20 hingga 35 sentimeter.

Desa Jatirogo memiliki ketinggian permukaan air sebesar 20 hingga 30 sentimeter.

Desa Bonangrejo memiliki ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter.

Kecamatan Karanganyar

Desa Wonorejo memiliki ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter.

Kecamatan Sayung

Desa Sayung memiliki ketinggian air antara 20 hingga 65 sentimeter.

Desa Kalisari memiliki ketinggian air antara 20 hingga 45 sentimeter.

Faktor-faktor Penyebab dan Ajakan

Suprapto menjelaskan bahwa banjir di Demak disebabkan oleh cuaca yang ekstrem serta hujan yang sangat deras, yang mengakibatkan aliran air sungai meluap dan masuk ke area permukiman penduduk. Ia memberikan contoh bahwa banjir di Kecamatan Sayung disebabkan oleh sungai yang tidak dapat menampung aliran air yang berlebihan.

Situasi ini semakin buruk karena hujan yang sangat lebat, air laut yang naik, serta kondisi pemukiman dan jalan yang berada pada ketinggian lebih rendah dibandingkan permukaan air sungai.

"Kecamatan Sayung adalah daerah cekungan yang tidak dapat mengalirkan air ke Sungai Dombo karena terjadi genangan tinggi," jelasnya. Prapto meminta kepada masyarakat Kabupaten Demak agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.





Penulis                 RDS

Nara Sumber        PRA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon