Kode iklan di atas
Banjir di Demak Telah Enam Hari Belum Surut, Penduduk Menyelamatkan Sepeda Motor Menggunakan Rakit yang Dibuat Sendiri.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com --- Banjir yang menggenangi Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih berlangsung hingga Kamis (15/1/2026) sore. Banjir tersebut belum menunjukkan tanda-tanda surut. Hujan deras membuat kondisi banjir semakin parah, dengan tinggi air mencapai sekitar 60 sentimeter. Warga mulai cemas karena khawatir banjir terus berlangsung dan air terus naik.
Warga Membuat Rakit untuk Evakuasi Barang
Selama enam hari tergenang banjir, beberapa warga memilih cara sendiri untuk menyelamatkan barang-barang mereka.
Mereka membuat rakit sederhana untuk mengangkut barang-barang penting, termasuk kendaraan bermotor.
Sukimen (72), salah satu warga, menjelaskan, "Itu rakit buatan sendiri, motornya cucu," katanya sambil menurunkan sepeda motornya ke tempat yang lebih aman bersama cucunya, Kamis (15/1/2026).
Sepeda motor itu kemudian dibawa ke depan Masjid Al Busyro di kawasan Pantura Karanganyar yang masih terbebas dari genangan. Saat ini, halaman masjid digunakan warga sebagai tempat sementara untuk menyimpan kendaraan, Sukimen menyebut, air banjir belum sampai ke rumahnya karena letak rumahnya lebih tinggi.
Namun, rumah anaknya sudah terendam sejak beberapa hari lalu. "Saya belum, anak saya dari Jumat segini," jelasnya. Ia mengatakan tidak mengharapkan bantuan bantuan material, hanya berharap banjir segera surut agar kehidupan warga kembali normal.
Ternak Dievakuasi karena Kandang Terendam
Solekan (47), warga setempat, juga merasa khawatir karena kandang kambing miliknya sudah tergenang.
"Iya kandangnya sudah kena, nanti bisa mati," ujarnya sambil menaikkan kambing ke kendaraan, Rabu (14/1/2026) sore.
Solekan berhasil mengangkat kambing menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi, kemudian dibawa menggunakan mobil bak terbuka ke Kudus untuk mengurangi risiko kambing mati, Banjir di Desa Wonorejo memengaruhi sekitar 6.000 warga.
Meski begitu, sampai saat ini pemerintah setempat belum membuka posko darurat di wilayah tersebut. Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait untuk menangani banjir dan mencegah dampak jika debit air kembali naik.
Penulis RDS
Nara Sumber SLKN / SKM
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar