Kode iklan di atas
Banjir di Jakarta Semakin Luas, Pramono Menjelaskan Mengapa Area yang Sebelumnya Aman Kini Tergenang.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com ----- Banjir di DKI Jakarta semakin parah selama dua hari berturut-turut, dimulai pada hari Kamis (22/1/2026) hingga hari Jumat (23/1/2026). Beberapa daerah yang sebelumnya tidak terpengaruh kini juga terendam air akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu yang lama.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menguraikan bahwa penyebaran titik banjir tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh lamanya hujan lebat yang terjadi di Jakarta dan daerah sekitarnya. Oleh karena itu, lokasi banjir meningkat ketika intensitas hujan cukup tinggi. "Curah hujan kemarin sebenarnya tidak setinggi curah hujan dua minggu sebelumnya," kata Pramono saat memeriksa Kali Cakung Lama di segmen Sungai Begog, Cilincing, Jakarta Utara, pada hari Jumat tanggal 23 Januari 2026.
Dua minggu yang lalu, di beberapa lokasi, terutama di daerah utara, terdapat titik banjir yang mencapai tinggi 250 cm. Kemarin, rata-rata tinggi banjir adalah 150 cm, namun durasi hujan berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, panjangnya durasi hujan juga pasti akan menghasilkan tambahan pada titik-titik tertentu," tambahnya. Menurut Pramono, penyebab utama banjir kali ini benar-benar disebabkan oleh cuaca yang ekstrem. Ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut juga terjadi di beberapa wilayah lainnya.
Jika kita mempertimbangkan isu yang ada di Jakarta saat ini, yang di luar perkiraan adalah jumlah curah hujannya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, cuaca ekstrem yang sedang terjadi, kami mohon maaf, tidak hanya dialami oleh kita tetapi juga di beberapa daerah lainnya yang kurang lebih mengalami hal yang sama. "Namun, saya hanya ingin membahas hal-hal yang berkaitan dengan Jakarta, kami perlu menyelesaikan perkara itu," ujar Pramono.
Tindakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI
Dalam upaya menangani banjir yang meluas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merencanakan berbagai tindakan, termasuk penambahan pompa air dan percepatan normalisasi sungai. “Pertama, menambah pompa. Yang kedua adalah proses normalisasi di beberapa lokasi, antara lain di Kali Krukut dan Kali Ciliwung," kata Pramono. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI juga memperpanjang pelaksanaan modifikasi cuaca (OMC) hingga hari Selasa, 27 Januari 2026. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa perpanjangan OMC dilakukan dengan mengamati secara terus-menerus ramalan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Tentu saja. “Kami akan terus memantau ramalan dari BMKG jika diperlukan hingga tanggal 27 Januari,” kata Isnawa saat dikonfirmasi pada hari Kamis (22/1/2026). Perpanjangan OMC ini juga memerlukan petunjuk langsung dari Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, Pramono menyampaikan bahwa OMC telah dimulai pada 15 Januari 2026 dan awalnya direncanakan akan selesai pada 22 Januari 2026. Pramono juga meminta BMKG untuk melakukan modifikasi cuaca tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah sekitarnya seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan sehingga risiko terjadinya banjir dan genangan dapat diminimalkan.
Banjir Menyebabkan 125 RT dan 14 Ruas Jalan Terendam pada Jumat Pagi
Sesuai dengan laporan terbaru yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta pada Jumat (23/1/2026) pukul 07. 00 WIB, saat ini banjir telah menggenangi 125 rukun tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di Jakarta. Area yang terkena dampak banjir berada di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, dengan tinggi air yang bervariasi antara 15 sentimeter hingga 150 sentimeter.
Penyebab genangan biasanya disebabkan oleh hujan yang lebat dan meluapnya beberapa sungai, seperti Kali Angke, Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, dan Kali Ciliwung. BPBD DKI Jakarta juga mencatat bahwa terdapat lokasi-lokasi pengungsian di sejumlah wilayah, seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur, guna menampung warga yang terdampak oleh banjir.
Selain area pemukiman, genangan air juga terjadi pada 14 jalur jalan utama yang memengaruhi kelancaran lalu lintas. BPBD, bersama dengan perwakilan dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran serta Penyelamatan (Gulkarmat), terus melaksanakan penyedotan air dan memastikan bahwa saluran air berfungsi dengan baik.
BPBD menetapkan target agar genangan air bisa cepat surut dan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir berikutnya. Dalam situasi darurat, masyarakat diminta untuk segera menghubungi layanan 112 yang tersedia sepanjang waktu.
Penulis. Raden Dede Sudrajat
Nara Sumber. Gubernur DKI JAKARTA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar