Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Banjir di Pamanukan Mulai Surut, Namun Warga Masih Menghadapi Kesulitan.

 

Banjir Pamanukan mulai surut, aktivitas warga belum normal 

Blogger.com ----- Banjir di Pamanukan, Kabupaten Subang, mulai mengalami penurunan, pada hari Sabtu (31 Januari 2026) siang. Sungai Cipunagara, yang menyebabkan terjadinya banjir, kini tidak mengalami luapan kembali.

Menurut pengamatan Kompas. com pada hari Sabtu siang, meskipun Sungai Cipunagara tidak lagi meluap, air banjir masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian antara 30 hingga 150 sentimeter.

Warga juga terlihat masih berada di beberapa lokasi pengungsian, termasuk di bawah Jembatan Flyover Pamanukan.

Sementara itu, jalan provinsi yang melewati pusat perbelanjaan Pamanukan, sebagian sudah mulai surut, tetapi terdapat beberapa ratus meter yang masih terendam air setinggi orang dewasa, sehingga kendaraan belum dapat melintas.

"Warga yang mengalami banjir di rumah mereka masih bertahan di tempat pengungsian sampai siang ini," kata Wawan, salah satu pengungsi di bawah Jembatan Flyover Pamanukan, pada Sabtu siang.

Anggota TNI-Polri dan BPBD Subang kembali mengunjungi area kolong Flyover Pamanukan untuk meminta para pengungsi agar berpindah ke GOR.

Kami meminta pengertian dari warga untuk tidak menggunakan Kolong Flyover sebagai tempat pengungsian. "Pemerintah telah menyediakan fasilitas yang lebih baik dan manusiawi di GOR Kecamatan," kata salah satu petugas melalui alat pengeras suara.

Dukungan bagi para korban banjir terus datang dari berbagai lembaga dan komunitas warga, termasuk Polres Subang yang juga menyerahkan bantuan sembako serta 2. 000 boks nasi untuk para pengungsi.





Nara Sumber                         Wawan ( Warga Sekitar )

Penulis Berita                        Raden Dede Sudrajat








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon