Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Banjir di Semarang Terjadi Karena Aliran Air Dari Daerah Tinggi, Ini Penjelasan dari Wali Kota.

 

Sejumlah warga berjalan menembus banjir di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025). Menurut data sementara BPBD Kota Semarang sebanyak 39.405 jiwa dari 29.772 KK di 18 wilayah terdampak banjir yang melanda Kota Semarang akibat dari anomali cuaca dengan intensitas hujan tinggi sejak Selasa (21/10)

Blogger.com ----- Arus air dari daerah atas dengan kemampuan penyerapan yang rendah disebut sebagai salah satu faktor utama penyebab banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Situasi ini menyebabkan air hujan mengalir langsung ke area hilir tanpa terhenti, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya genangan dan kerusakan pada infrastruktur.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan bahwa berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap air di daerah atas mengakibatkan air hujan mengalir langsung ke Kota Semarang dan akhirnya menuju ke daerah pesisir.

"Air hujan dari daerah tinggi langsung mengalir ke Kota Semarang karena kemampuan tanah untuk menyerapnya sudah sangat menurun," ungkap Agustina, Jumat (30/1/2026).

Menurut pendapatnya, fenomena ini menyebabkan peningkatan tekanan aliran air di sungai dan jembatan, yang pada gilirannya meningkatkan risiko terjadinya banjir serta kerusakan infrastruktur di daerah hilir.

"Fenomena alam ini meningkatkan beban pada sungai dan jembatan," ungkapnya. Sebagai tindakan pencegahan, Pemerintah Kota Semarang akan memberikan prioritas pada pengaturan tepi sungai, pemulihan jalur aliran air, serta penilaian terhadap kapasitas saluran dan parit besar yang masih dapat diakses.

Langkah ini dianggap sebagai penyelesaian untuk pengendalian banjir di kawasan perkotaan dalam jangka waktu menengah hingga panjang. "Kita akan memusatkan perhatian pada perbaikan yang memberikan dampak langsung," lanjut Agustina.

Agustina juga telah memberikan perintah kepada Penjabat Sekretaris Daerah bersama Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, serta organisasi perangkat daerah (OPD) yang relevan untuk melakukan pemeriksaan lapangan secara langsung.

Selain itu, pengelolaan dana operasional dan pemeliharaan akan dilakukan untuk mengatasi masalah banjir, terutama di daerah timur dan barat Kota Semarang.

Tidak perlu selalu menggunakan anggaran yang besar, tetapi harus tepat mengenai sasaran. "Kami akan meningkatkan saluran yang sudah ada, dan jika terdapat bangunan di atasnya, kami akan berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Semarang juga mengadakan dialog dengan masyarakat, khususnya mengenai pengaturan lahan di sekitar tepi sungai yang sebagian adalah milik warga.

Pendekatan yang bersifat meyakinkan akan menjadi prioritas demi keamanan bersama dan keberlangsungan lingkungan kota.

Kami mengundang seluruh masyarakat untuk bersatu menjaga lingkungan dan mendukung inisiatif penataan ini. “Pemerintah hadir, bertugas, dan bertekad agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” kata Agustina.




Nara Sumber                            Agustina ( Warga Sekitar )


Penulis Berita                          Raden Dede Sudrajat




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon