Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Banjir di Subang: 4. 292 Orang Terkena Dampak, Warga Mengungsi di Bawah Flyover.

 

Ratusan Warga terdampak Banjir Pamanukan, Ngungsi di Kolong Flyover

Blogger.com ----- Banjir yang menggenangi daerah Pamanukan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, semakin meluas. Tinggi air di Desa Mulyasari melebihi 1 meter, sehingga tidak dapat dihuni. Oleh karena itu, penduduk memutuskan untuk mencari tempat berlindung di berbagai lokasi, termasuk di masjid dan di bawah jembatan layang.

Berdasarkan pengamatan Kompas. com pada hari Senin (26/1/2026), sejumlah kepala keluarga yang mengungsi di bawah Flyover Pamanukan hanya menggunakan tikar sebagai alas. Sebagian besar dari mereka adalah orang tua dan anak kecil. Di Pamanukan, berdasarkan informasi dari Pemdes Mulyasari, terdapat 1. 464 KK yang terkena dampak banjir di Desa Mulyasari.

"Sebanyak 4292 orang terkena dampak banjir di Pamanukan, dengan ratusan di antara mereka telah mengungsi di dua masjid dan di bawah Flyover Pamanukan," kata Kepala Desa Mulyasari, Hasanudin Masawi, pada hari Senin (26/1/2026).

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Banjir

Banjir di Pamanukan disebabkan oleh meluapnya Sungai Cigadung dan Kalemsema karena curah hujan yang tinggi sejak kemarin hingga pagi ini. "Saat ini, ketinggian banjir berkisar antara 20-120 cm," ujarnya. Hingga saat ini, para pengungsi belum menerima bantuan dari pihak-pihak yang berwenang. Dukungan baru diberikan oleh SPPG Pamanukan 1 dan siswa-siswa dari SMA Negeri 1 Pamanukan yang mendistribusikan makanan.

"Ini terdapat makanan MBG dari siswa yang tidak hadir di sekolah, kami kemas dan distribusikan kepada para pengungsi yang terkena dampak banjir di bawah flyover," ujar Idi, salah satu guru di SMAN 1 Pamanukan. Kurangnya bantuan menyebabkan para pengungsi mulai meminta sumbangan di jalan, berharap akan kedermawanan dari orang-orang yang lewat. Hingga saat ini, bantuan belum tersedia. Sebelumnya, telah diterima bantuan nasi bungkus dari pihak SPPG dan juga nasi bungkus dari siswa SMAN 1 Pamanukan. "Dan tidak semua pengungsi mendapatkan makanan karena mereka saling berebut," ucap Wawan, salah satu pengungsi.



Nara Sumber.                             Kepala Desa Mulyasari 

Penulis Berita.                            Raden Dede Sudrajat 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon