Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Banjir Melanda 41 Rumah di Desa Sukaraja Sepaku, 129 Warga Terdampak

 

Blogger.com --- Air banjir telah menggenangi banyak rumah penduduk di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang terletak dalam wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) pada hari Minggu (11/1/2026) pagi.

Keadaan ini disebabkan oleh hujan deras yang melanda area tersebut dalam waktu beberapa jam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara, M Sukadi Kuncoro, menyampaikan bahwa informasi pertama mengenai musibah banjir telah diterima pada pukul 07. 10 WITA, pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2026.

“Banjir mulai terjadi sekitar pukul 04. 00 WITA dan mempengaruhi area RT 24 serta RT 25 Desa Sukaraja,” ungkap Kuncoro pada Minggu sore.

Menurut informasi dari BPBD Penajam Paser Utara, hujan deras berlangsung sejak hari Minggu pada pukul 03. 00 WITA sampai 07. 00 WITA.

Keadaan tersebut mengakibatkan daerah aliran sungai melimpah, sehingga air menggenangi rumah-rumah penduduk yang terletak di dataran rendah dan pinggir sungai.

BMKG Telah Mengeluarkan Peringatan Awal

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai kondisi cuaca pada hari Sabtu (10/1/2026) pada pukul 20. 50 WITA dan sekali lagi pada hari Minggu (11/1/2026) pada pukul 02. 38 WITA.

Dalam peringatan tersebut, BMKG menginformasikan kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai dengan kilat, petir, dan angin kencang di area Kecamatan Sepaku dan daerah sekitarnya.

Akibat dari banjir ini, sejumlah 41 rumah terkena dampaknya. Di RT 24, terdapat tujuh rumah yang ditempati oleh tujuh kepala keluarga dengan jumlah total 19 orang.

Di RT 25, banjir telah menggenangi 34 rumah yang dihuni oleh 34 kepala keluarga, dengan jumlah total mencapai 110 orang. Jumlah warga yang terpengaruh mencapai 129 orang," jelas Kuncoro.

Tinggi muka air (TMA) yang tercatat berada antara 50 sampai 80 sentimeter di luar rumah warga, sedangkan di dalam rumah mencapai sekitar 10 hingga 15 sentimeter.

Normalisasi pada Area yang Rentan Terhadap Banjir

BPBD Penajam Paser Utara telah mengirimkan tim ke lokasi untuk melaksanakan penanganan awal.

Petugas melaksanakan pencatatan dan pengenalan area yang terpengaruh serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) telah merencanakan untuk melakukan normalisasi di empat lokasi yang rentan mengalami banjir pada tahun ini, yaitu di Desa Sukaraja, Desa Tengin Baru, Desa Karang Jinawi, dan Desa Argo Mulyo.

Lokasi yang belum mengalami proses normalisasi mencakup area Pasar Sukaraja dan Kelurahan Mentawir.

Hingga pagi hari Minggu, dilaporkan bahwa keadaan banjir mulai menunjukkan penurunan secara bertahap. "BPBD menyarankan agar normalisasi aliran sungai dilakukan dengan cepat dan pembangunan jembatan darurat di RT 25 Desa Sukaraja untuk mengurangi risiko terjadinya banjir susulan, "ujar Kuncoro.





Penulis.          RDS

Sumber.         KNCR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon