Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Banjir Melanda 7 Kecamatan di Karawang, Masyarakat Diharapkan Waspada Terhadap Cuaca Ekstrem

 

Banjir di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat

Blogger.com --- Banjir terjadi di beberapa daerah di tujuh kecamatan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (14/1/2025). Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang ekstrem. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Usep Supriatna, menyatakan bahwa tujuh kecamatan yang terkena dampak banjir yaitu Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya, Cibuaya, Rengasdengklok, serta Telukjambe Barat, khususnya di Desa Karangligar.

Tinggi air pada banjir berbeda-beda, dimulai dari 20 sentimeter. "Pada saat ini, situasi mulai membaik," ujar Usep setelah melakukan peninjauan dan menyalurkan bantuan di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, pada hari Rabu (14/1/2025).

Usep menyatakan bahwa banjir terjadi akibat cuaca ekstrem dan sistem drainase yang terhambat oleh endapan lumpur serta sampah. Di Desa Telukbuyung, contohnya, banjir disebabkan oleh Kali Apur dan saluran drainase yang dangkal.

Bukannya Hanya Banjir

Tidak hanya banjir, berbagai bencana lainnya juga terjadi di daerah Karawang.

Contohnya, angin puting beliung yang menyebabkan rumah penduduk runtuh, tanah longsor, dan kebakaran. BPBD Karawang, menurut Usep, telah memberikan berbagai bantuan untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir.

Sebagai contoh, di Desa Telukbuyung, bantuan dikirim langsung karena letaknya yang jauh dari Kantor BPBD Karawang. Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap cuaca yang ekstrem.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melindungi diri dan lingkungan. Masyarakat diminta untuk memperhatikan kemungkinan terjadinya genangan dan banjir, terutama di daerah yang rentan terhadap aliran sungai, kawasan dataran rendah, serta permukiman yang memiliki sistem saluran air yang kurang memadai.

"Warga yang tinggal di kawasan perbukitan dihimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya tanah longsor akibat hujan yang deras dan berkepanjangan," ujar Wildan.

Kemampuan Angin Kuat

Kapolres Karawang juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya angin kencang. Hal ini terutama dilakukan dengan memeriksa kondisi rumah, atap bangunan, pohon-pohon di sekitar area pemukiman, serta menjauhi aktivitas di luar rumah ketika cuaca ekstrem berlangsung. "Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan memprioritaskan keselamatan," ujarnya.

Kapolres Karawang, ujar Wildan, juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap insiden atau potensi bencana yang terjadi di sekitar mereka. Ia menyatakan di beberapa lokasi di wilayah Karawang, anggota Polri telah melakukan siaga banjir untuk memberikan bantuan kepada warga yang terpengaruh.

Wildan menyatakan bahwa Polres Karawang bersama pihak-pihak terkait akan terus melakukan pengawasan dan siap memberikan layanan serta arahan kepada masyarakat. "Kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini demi menjaga keselamatan bersama," ujarnya.





Nara Sumber           WLDN
Penulis                      RDS


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon