Kode iklan di atas
Banjir Melanda Karawang-Bekasi: Ribuan Penduduk Mengungsi, Satu Jiwa Meninggal Terjebak Arus.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
blogger.com ---- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa banjir terjadi di Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi akibat hujan deras yang turun pada hari Minggu, 18 Januari 2026.
Hingga saat ini, ribuan penduduk di Karawang terpaksa meninggalkan rumah mereka, sementara satu orang di Bekasi dilaporkan meninggal dunia. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa kejadian ini dimulai ketika hujan deras menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, sehingga air menggenangi kawasan permukiman masyarakat pada hari Minggu (18/1) pada pukul 09. 00 WIB.
Banjir itu mempengaruhi 27 desa yang terdapat di 12 kecamatan dan satu kelurahan. "Area kecamatan yang terpengaruh mencakup Kecamatan Karawang Timur, Telukjambe Timur, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, serta Klari," ujar Aam, nama panggilan dari Abdul Muhari, pada hari Selasa (20/1/2026).
Aam menyatakan bahwa petugas di lapangan telah mencatat sebanyak 4. 304 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami dampak, yang setara dengan 13. 841 individu. Dari jumlah keseluruhan, terdapat 374 anak balita, 86 bayi, dan 77 orang lansia.
Petugas di lokasi telah melakukan penilaian, mengevakuasi warga yang terperangkap oleh banjir, serta mendistribusikan bahan kebutuhan. “Sebanyak 2. 413 individu telah mengungsi dengan rincian 2. 044 individu mengungsi di Kantor Kelurahan Tanjung Pura, Kecamatan Karawang Barat, 250 individu mengungsi di Desa Jarang Kugar, Kecamatan Telukjambe Barat, dan 119 individu mengungsi di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur,” ungkapnya.
Sementara itu, Aam menyatakan bahwa sampai dengan Senin, 19 Januari 2026, banjir masih menggenangi area yang terdampak dengan ketinggian muka air (TMA) yang bervariasi antara 10 sampai 200 sentimeter.
Selanjutnya, cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada hari Minggu (18/1). Situasi tersebut menyebabkan terjadinya banjir dan tumbangnya pohon di beberapa lokasi dalam wilayah Kota Bekasi.
“Satu orang warga dilaporkan telah meninggal dunia akibat terbawa arus banjir, sedangkan 197 warga lainnya telah pindah ke lokasi yang lebih aman,” ujar Aam.
Aam memastikan bahwa petugas telah melakukan penilaian di area-area yang terendam banjir, mengevakuasi sembilan warga yang terperangkap oleh banjir, serta melaksanakan pengangkatan pohon yang tumbang. Selain itu, bantuan logistik disalurkan ke beberapa lokasi yang terkena banjir dan air bersih didistribusikan di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara. Saat ini, keadaan banjir telah reda dan semua pengungsi telah kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar