Kode iklan di atas
Banjir Menggenangi Rel di Pekalongan, KAI Mengusulkan Rekayasa Cuaca
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jakarta, Blogger.com --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) meminta kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk melakukan rekayasa cuaca guna mengurangi intensitas hujan di area Pekalongan, Jawa Tengah. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa perkiraan cuaca ekstrem akan berlanjut hingga tanggal 21 Januari.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanggul sungai jebol dan mengakibatkan air meluap yang merendam jalur kereta di Pekalongan. Saya ingin menekankan bahwa kami telah berkoordinasi dengan BMKG, dan cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga 21 Januari 2026.
“Tanggal 21 Januari 2026 ini tentunya merupakan waktu yang penuh dengan usaha pemulihan operasi kami di lapangan saat ini,” ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, pada hari Minggu (19/1/2026).
Direktur Utama KAI Service, Ririn Widi Astutik, menyatakan bahwa permohonan untuk rekayasa cuaca telah dikirimkan kepada BMKG. KAI mengharapkan agar hujan di wilayah yang terpengaruh dapat dialihkan.
Kami telah melakukan koordinasi dengan kementerian atau lembaga yang berkaitan, seperti BMKG. Misalkan di kawasan yang disebut petak Pekalongan-Sragi, apakah ada kemungkinan bahwa curah hujan ini akan bergeser,” ungkap Ririn.
Koordinasi juga dilaksanakan dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk penanganan bencana banjir. Isu mengenai tanggul yang jebol menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan juga pemerintah daerah yang bersangkutan.
"Ini yang akan dilakukan, dan besok Bapak Direktur Utama juga akan terus berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait mengenai pemulihan jangka pendek, begitu juga untuk pemulihan jangka panjang," ungkap Ririn.
Akibat dari banjir, KAI telah membatalkan 82 perjalanan kereta penumpang dan 16 perjalanan kereta barang. Sebanyak 76 perjalanan lainnya mengalami penundaan. Jalur kereta di Kabupaten Pekalongan terendam banjir akibat meluapnya air sungai dan jebolnya tanggul.
Genangan air tidak mudah surut karena air laut sedang naik, sehingga pengaliran ke hilir terhambat. "Keterlambatan dan pembatalan 82 kereta yang perlu kami lakukan adalah demi menjamin keselamatan," kata Bobby.
Nara Sumber BBY / RRN
Penulis RDS
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar