Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Banjir Menghentikan Kegiatan Masyarakat Grobogan, Jalan Utama Terhenti

 

Kondisi genangan banjir merendam jalan utama penghubung antar kecamatan di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Senin, 5 Januari 2025.


Bogor, Blogger. com – Hujan yang sangat deras menyebabkan banjir yang menggenangi banyak rumah penduduk di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada hari Senin (5/1/2026). Di samping pemukiman, genangan air yang mencapai ketinggian 60 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa menghambat akses jalan utama antar-kecamatan serta mengganggu kegiatan pendidikan.

Keadaan yang paling parah terjadi di Desa Katong, Kecamatan Toroh. Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Toroh dengan Kecamatan Penawangan tidak dapat dilalui karena terendam air setinggi sekitar 60 sentimeter, sehingga aktivitas lalu lintas masyarakat terhenti.

Dampak banjir juga dirasakan oleh sektor pendidikan. Siswa SD Negeri 2 Katong yang seharusnya kembali ke sekolah setelah libur panjang terpaksa menjalani pembelajaran dari rumah, karena bangunan sekolah terkena banjir.

Seseorang yang tinggal di Desa Katong, Puryanto, menyatakan bahwa banjir telah mulai menyebar ke daerah permukiman sejak Minggu (4/1/2026) sore, setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sepanjang hari. Sekitar 100 keluarga (KK) atau lebih dari 50 rumah terkena dampak banjir.

Air dari sungai melimpah dan memasuki desa. Setiap kali terjadi hujan yang sangat deras, situasinya selalu seperti ini. "Saat ini, sekolah juga harus diliburkan karena kedalaman air telah mencapai lutut hingga pinggang,” ungkap Puryanto.

Menurut penduduk, meluapnya Sungai Serang adalah faktor utama terjadinya banjir. Sungai yang mengalami sedimentasi yang parah dianggap tidak dapat lagi menampung aliran air saat hujan deras. Warga berharap pemerintah segera melakukan penormalan Sungai Serang.

Kepala Desa Katong, Sukarsono, mengonfirmasi bahwa banjir kali ini menyebabkan satu dusun, yaitu Dukuh Katong, terputus dari akses transportasi dan terisolasi.

Jalan penghubung antar-kecamatan terganggu. Warga di Dusun Jetis pernah terkurung karena dikelilingi oleh air. Sementara waktu, akses akan dialihkan melalui Desa Dimoro. Kami telah berkolaborasi dengan pihak kecamatan untuk memastikan bahwa pengerukan lumpur di Sungai Serang segera dilaksanakan," jelas Sukarsono.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan mencatat bahwa peningkatan intensitas hujan pada Minggu (4/1/2026) menyebabkan terjadinya banjir di beberapa lokasi di empat kecamatan. Walaupun air di beberapa tempat mulai menurun pada Senin pagi, Desa Katong masih menjadi daerah terendam yang menyebabkan kegiatan masyarakat belum dapat berlangsung normal.






Nara Sumber        : Sukarsono ( Warga Sekitar )
Penulis                   : R. Dede Sudrajat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon