Kode iklan di atas
Banjir setinggi 135 cm menggenangi Kebon Pala, warga bertahan di lantai dua rumah mereka.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Banjir kembali menggenagi Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026). |
Blogger.com ------ Banjir dengan ketinggian 135 sentimeter telah menggenangi Kebon Pala, Jakarta Timur, pada hari Kamis (29/1/2026). Pengamatan Kompas. com di area tersebut menunjukkan bahwa meskipun air genangan cukup tinggi, masyarakat RW 05 Kampung Melayu terus menjalankan aktivitas mereka seperti biasanya.
Penduduk yang ingin beraktivitas di luar rumah harus melewati banjir yang menggenangi area tersebut. Beberapa warga terlihat menggunakan perahu yang disediakan oleh pihak kepolisian untuk melewati genangan air di depan rumah mereka.
Sampai saat ini, belum tampak adanya warga yang pindah tempat tinggal. Sejumlah penduduk memilih untuk tetap berada di lantai dua rumah mereka. Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, menyatakan bahwa level air kembali naik sejak pagi setelah sebelumnya sempat menurun pada malam Rabu (28/1/2026).
"Sejak subuh, air sudah mulai naik dan saat ini ketinggian air mencapai 135 sentimeter di titik terdalam. Ada lima RT yang terkena dampak dari dua RW," kata Sanusi saat dijumpai pada hari Kamis. Walaupun genangan air cukup tinggi, sampai saat ini belum ada warga yang pindah. Tempat penampungan bagi pengungsi telah disediakan di SDN Kampung Melayu 01.
Tempat penampungan pengungsi telah tersedia, namun saat ini belum ada yang menggunakan fasilitas tersebut, yaitu di SD Kampung Melayu 01. "Di lokasi tersebut terdapat sekolah, namun pagi ini telah diminta untuk pulang, bersiaplah jika air semakin tinggi dan perlu mengungsi," ungkapnya.
Sanusi menegaskan bahwa banjir yang berlangsung selama beberapa hari dengan kondisi yang tidak stabil menyebabkan kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah makanan dan obat-obatan.
"Sudah beberapa hari berlalu, namun kondisinya masih tidak stabil. Jika memang dibutuhkan, setidaknya ada nasi, makanan siap saji, dan obat-obatan. Namun, saat ini belum ada penyakit yang serius," ujarnya.
Sebelumnya, (47) penduduk Kebon Pala mengungkapkan bahwa banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung mencapai sekitar 90 sentimeter, yang mulai merendam area itu. Sejak pagi ini, namun proses peningkatannya berlangsung lama dan bertahap. "Pagi ini, ketinggian sudah mencapai sekitar 90 sentimeter," ungkap Joni ketika dijumpai pada hari Rabu, 28 Januari 2026.
Joni menjelaskan bahwa volume air mengalami peningkatan meskipun Jakarta tidak mengalami hujan, disebabkan oleh aliran sungai di Bogor dan Depok yang berada dalam kondisi siaga tiga. Kebetulan pada kemarin, petugas Katulampa menginformasikan bahwa air yang tiba di pagi hari hanya dalam jumlah kecil dan dengan durasi yang singkat. "Selanjutnya, sekitar pukul 14. 00 WIB tadi sepertinya ada tambahan," jelas Joni.
Kemarin terjadi banjir yang cukup besar, yang berlangsung selama empat hari berturut-turut. Diberikan waktu istirahat selama satu atau dua hari, kemudian melanjutkan kembali. Memulai banjir yang baru. "Hanya saja, cukup baik," ungkap Joni. Walaupun terjadi banjir dalam beberapa hari terakhir, beberapa penduduk masih memutuskan untuk tinggal di lantai dua rumah mereka.
Nara Sumber. Sanusi
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar