Kode iklan di atas
Banjir yang Terulang, DPRD Karawang Mendorong Normalisasi Citarum serta Perbaikan Sistem Drainase.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Wakil Ketua DPRD Karawang Dian Fahrud Jaman bersama stakeholder terkait meninjau Sungai Citarum di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2025). |
Blogger.com ---- Wakil Ketua DPRD Karawang mendorong untuk melaksanakan normalisasi Sungai Citarum dan peningkatan sistem drainase sebagai langkah utama dalam mengatasi masalah banjir di Karawang.Titik utama dari penanganan ini terletak di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok.
Dian bersama dengan pimpinan DPRD Karawang menyatakan telah mendengar secara langsung keluhan masyarakat mengenai banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Citarum.
Setelah melakukan pemeriksaan langsung, ia menyimpulkan bahwa normalisasi sungai merupakan kebutuhan yang mendesak dan tidak dapat ditunda lebih lama. "Kami telah melakukan pemeriksaan lokasi, memang benar bahwa Sungai Citarum ini memerlukan normalisasi. "
"Warga juga mengajukan permohonan untuk adanya saluran pengalihan di Sungai Citarum supaya aliran air tidak mengalir langsung ke kawasan pemukiman masyarakat," kata Dian melalui telepon, pada hari Minggu (1/2/2026).
Pembagian Kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Dian menyatakan bahwa harapan masyarakat mengenai normalisasi Citarum dan perbaikan drainase akan disampaikan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing pihak. Karena sungai Citarum berada di bawah pengelolaan pemerintah pusat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang akan menyampaikannya melalui Fraksi NasDem di DPR RI. "Tanpa adanya normalisasi, masyarakat khawatir setiap kali musim hujan mereka akan menghadapi situasi serupa," ujar Dian.
Selain masalah sungai, Dian menekankan ketidakberesan sistem drainase di daerah Karyasari dan Rengasdengklok. Ia menyatakan bahwa banyak saluran air yang terhambat, sehingga air sulit mengalir dari area permukiman ketika banjir terjadi.
"Pemerintah daerah memiliki kewenangan atas drainase ini. " Banyak penyumbatan yang mengakibatkan air terjebak di area tempat tinggal penduduk. "Kami akan menyampaikan hal ini kepada dinas yang bersangkutan saat pertemuan dengan Pemerintah Daerah agar segera ditindaklanjuti," tegasnya.
Penilaian Lokasi Banjir di Karawang
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang telah melakukan pemeriksaan terhadap area-area yang terdampak banjir di berbagai lokasi sejak bencana tersebut pertama kali terjadi. Sebelum melanjutkan ke daerah Rengasdengklok, pihak dewan terlebih dahulu akan memusatkan perhatian pada peninjauan area perkotaan.
Kami telah mengunjungi hampir semua lokasi yang terdampak banjir. Keluhan yang disampaikan hampir serupa, yaitu mengenai meluapnya Sungai Citarum dan Cibeet, sedangkan untuk daerah perkotaan, masalahnya lebih berkaitan dengan sistem saluran air," jelas Dian.
Ia menyatakan bahwa penanganan banjir harus dilakukan dengan serius dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, provinsi, serta pusat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga saluran air di sekitar tempat tinggal mereka.
Saluran-saluran di sekitar kita perlu dikelola bersama agar tidak mengalami penyumbatan. "Hal ini sangat penting agar masalah banjir tidak terus terjadi di tahun-tahun yang akan datang," tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh juga telah mengajak Perum Jasa Tirta II dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan perbaikan terhadap tanggul-tanggul lama yang rentan mengalami kerusakan.
Peristiwa ini merupakan tanggapan terhadap kejadian jebolnya tanggul irigasi Tarum Barat atau Kalimalang yang terjadi di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, beberapa waktu lalu.
Nara Sumber Aep Syaepuloh ( Bupati Karawang )
Dan
Dian Fahrud Jaman ( Wakil Ketua DPRD Karawang )
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar