Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Bantuan Evakuasi Korban Longsor di Cisarua, TNI AU Memanfaatkan Drone.

 

Hujan deras disertai angin kencang memaksa tim SAR menghentikan sementara pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pda Rabu (28/1/2026).

Blogger.com ----- TNI Angkatan Udara (AU) mendukung proses evakuasi korban longsor di Cisarua dengan mengerahkan pesawat tanpa awak atau drone Avia Hybrid. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengawasi area yang terpengaruh tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Sesuai dengan siaran pers resmi yang dikeluarkan oleh TNI AU dan diterima di Jakarta pada hari Kamis, drone yang digunakan berasal dari unit Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau). 

Kepala Pusat Geosau Marsekal Muda TNI Ferdinand Roring menyatakan bahwa hasil pemantauan udara yang diperoleh dari drone akan berfungsi sebagai informasi pendukung bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam upaya pencarian korban yang hilang, operasi pencarian dan pertolongan, serta penanganan keadaan darurat.

"Pemanfaatan drone Avia Hybrid memungkinkan pengawasan dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan aman, terutama di tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi bagi petugas di lapangan," ujar Ferdinand sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Selain itu, gambar udara yang dihasilkan oleh drone juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan jalur evakuasi, keadaan pemukiman masyarakat, serta infrastruktur yang terkena dampak dari longsor.

Hingga saat ini, drone tersebut masih digunakan di tempat bencana untuk keperluan pencarian dan penyelamatan, dan diharapkan proses evakuasi korban bencana longsor di Cisarua dapat berlangsung dengan cepat dan optimal.



Nara Sumber                 TNI Ferdinand Roring

Penulis Berita.               Raden Dede Sudrajat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon