Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

BMKG Mengingatkan Ancaman Banjir Rob di Wilayah Pesisir Surabaya Antara 16-20 Januari 2026

 

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir rob di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur fokus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur sebagai upaya untuk pengendalian naiknya air laut (rob) di daerah setempat.

Blogger.com --- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memperkirakan adanya ancaman banjir rob di sepanjang kawasan pesisir Surabaya dan sekitarnya mulai 16 hingga 20 Januari 2026.

Prakirawan cuaca BMKG Tanjung Perak, Muhamad Biyadihie menjelaskan bahwa banjir rob adalah fenomena banjir yang disebabkan oleh peningkatan permukaan laut akibat pasang maksimum, sehingga air pasang menggenangi daratan.

Banjir ini terjadi saat pasang laut melebihi elevasi daratan, yang dipengaruhi oleh fase bulan baru atau new moon. "Fase bulan baru ini akan berlangsung dari 16 hingga 20 Januari 2026, mengakibatkan pasang maksimum dan surut minimum," ujarnya.

Dia memperkirakan ketinggian air pasang dapat mencapai 130-140 sentimeter di atas rata-rata permukaan laut.

"Oleh karena itu, hal ini perlu diwaspadai karena genangan yang ditimbulkan dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, aktivitas pertanian garam, akuisisi perikanan laut, dan lainnya," tambahnya.

Beberapa daerah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi wilayah Benowo di Surabaya Barat, Surabaya Utara, area Pelabuhan Tanjung Perak, dan Banyuwangi.

Ia juga memprediksi bahwa daerah-daerah yang mungkin terkena dampak akan mengalami pasang maksimum antara jam 21.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Biyadihie kemudian mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir yang diperkirakan terpengaruh banjir rob agar tetap waspada, terutama dengan datangnya puncak musim hujan.

"Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan merawat saluran drainase agar air laut dapat mengalir dengan cepat," tegas Biyadihie.





Penulis                  RDS
Nara Sumber        BYHIE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon