Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

BMKG: Potensi Hujan Akan Mengguyur Beberapa Daerah di Jakarta Pada Jumat Sore Hingga Malam.

 

Hujan deras kembali membuat ketinggian air banjir di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat naik hingga 50 cm, Kamis (22/1/2026)

Blogger.com ---- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan bahwa hujan akan masih turun di sebagian besar area DKI Jakarta pada hari Jumat (23/1/2026) sore sampai malam. Menurut informasi dari BMKG, pada sore hari diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang, yang kemudian akan berlanjut menjadi hujan ringan pada malam hingga larut malam di seluruh kawasan Jakarta.

Di daerah Jakarta Barat, diperkirakan hujan akan turun pada pukul 16. 00 WIB, dengan suhu mencapai 26 derajat celsius dan angin berkecepatan 7 kilometer per jam. Dari pukul 19. 00 WIB hingga 22. 00 WIB, hujan ringan masih mungkin terjadi dengan suhu menurun menjadi 24 derajat Celsius. Keadaan yang sama juga dapat ditemukan di Jakarta Pusat. Pada jam 16. 00 WIB, diperkirakan akan ada hujan dengan suhu mencapai 26 derajat Celsius dan kecepatan angin sebesar 6 kilometer per jam. Hujan lebat diprediksi akan terus berlangsung hingga malam.

Di Jakarta Selatan, diperkirakan akan ada hujan sore hari dengan suhu mencapai 26 derajat Celsius. Pada malam hari, kemungkinan hujan ringan masih ada dengan suhu berada di antara 23–24 derajat Celsius.

Sementara itu, diperkirakan bahwa Jakarta Timur akan mengalami hujan sedang pada pukul 16. 00 WIB dengan suhu 25 derajat Celsius. Hujan yang ringan diprediksi akan terus berlanjut hingga malam hari dengan suhu yang menurun sampai 23 derajat Celsius. Untuk daerah Jakarta Utara, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang pada sore hari, dengan suhu mencapai 26 derajat Celsius dan kecepatan angin yang lebih tinggi, sekitar 15 kilometer per jam. Pada malam hari, kemungkinan hujan ringan masih ada, dengan kecepatan angin mencapai 10–12 kilometer per jam.

Di wilayah Kepulauan Seribu, diprediksi akan terjadi hujan ringan dari sore hingga malam hari. Suhu udara diperkirakan berada dalam kisaran 26 hingga 28 derajat Celsius, dengan kecepatan angin yang cukup tinggi, mencapai 21 hingga 27 kilometer per jam. Dalam menghadapi kemungkinan cuaca yang sangat ekstrem ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta akan terus dilakukan hingga 27 Januari 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai tindakan pencegahan untuk menghadapi kemungkinan hujan deras yang bisa menyebabkan banjir. Meskipun terdapat banyak kritik dari berbagai pihak mengenai masalah modifikasi cuaca ini. Menurut pendapat saya, tidak ada masalah," ujar Pramono ketika bertemu di daerah Cilincing, Jakarta Utara, pada hari Jumat (23/1/2026).

Pramono menjelaskan bahwa keputusan untuk memperpanjang operasi modifikasi cuaca diambil agar kejadian banjir besar tidak terulang kembali seperti yang terjadi pada hari Sabtu (17/1/2026) dan hari Minggu (18/1/2026), ketika operasi modifikasi cuaca tidak dilaksanakan sehingga banjir melanda hampir seluruh wilayah Jakarta.

"Mengapa perpanjangan diperlukan? Saya tidak ingin mengalami situasi yang sama di mana kami tidak mempersiapkan hal tersebut," tambahnya. Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tidak terbatas pada satu kali dalam sehari. Apabila terdeteksi potensi hujan yang tinggi, modifikasi cuaca dapat dilakukan sebanyak dua atau tiga kali.

Namun, saat ini, seharusnya perubahan tersebut hanya dilakukan satu kali. Saya telah memberikan instruksi tersebut dua hingga tiga kali. "Jika diperlukan hingga tiga kali," ungkapnya. Pramono menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca telah terbukti efektif dalam mengurangi dampak hujan di Jakarta.

Ia memberikan contoh perubahan keadaan cuaca yang terlihat setelah pelaksanaan penyemaian awan. Ketika teman-teman hadir di sini sebelumnya, suasananya masih gelap. "Usai dilaksanakannya modifikasi cuaca, sekarang kita dapat melihat matahari," ujar Pramono. Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca hingga 27 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir dan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta.




Nara Sumber.                  Gubernur DKI Jakarta 

Penulis Naskah berita.   Raden Dede Sudrajat 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon