Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

BPBD Mengungkap Penyebab Utama Banjir di Bekasi, Ketinggian Genangan Pernah Mencapai 2 Meter.


Suasana banjir di jalanan di Kabupaten Bekasi, pada Senin (19/1/2026)

Bekasi Blogger.com --- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyampaikan alasan terjadinya banjir yang menenggelamkan beberapa daerah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada hari Minggu (18/1/2026).

Banjir dengan level air yang bervariasi, bahkan mencapai dua meter, disebabkan oleh hujan lebat yang tidak diimbangi oleh kapasitas sistem pengaliran air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyatakan bahwa banjir terjadi di beberapa kecamatan disebabkan oleh volume air yang melebihi kapasitas saluran pembuangan.

Penyebabnya adalah tingginya curah hujan dan sistem drainase pembuangan air yang tidak optimal. "Sampai saat ini, kami masih dalam tahap mendata korban yang terdampak," ujar Dodi.

Beberapa daerah terendam air hingga setinggi dua meter.

BPBD Kabupaten Bekasi mencatat beberapa lokasi yang terpengaruh oleh banjir dengan ketinggian muka air (TMA) yang cukup signifikan pada hari Minggu, (18/1/2026).

Di Kampung Poncol RT 007 RW 003, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, tinggi muka air mencapai 150 sentimeter. "Tinggi air yang mencapai 200 sentimeter telah merendam area Kali Ulu, Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara," kata Dodi.

Selain itu, genangan air juga muncul di:

  • Desa Setia Mekar yang terletak di Kecamatan Tambun Selatan, memiliki TMA sekitar 100 sentimeter.
  • Perumahan Kartika Wanasari yang terletak di Kecamatan Cibitung, dengan level air mencapai 80 sentimeter.

Area lain yang juga terperpengaruh mencakup

  • Perumahan PNR yang terletak di Karang Bahagia, memiliki tinggi muka air 70 sentimeter.
  • Babelan Kota, yang berada di Kecamatan Babelan, memiliki ketinggian air sekitar 80 sentimeter.
  • Kampung Parung Lesang, yang terletak di Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, memiliki tinggi muka air (TMA) sebesar 100 sentimeter.
"Banjir juga menggenangi Kecamatan Tambun Utara, Kecamatan Kedungwaringin, Desa Karangsari, dan Kecamatan Cikarang Timur, dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 100 sentimeter," ujar Dodi. BPBD juga menyampaikan informasi mengenai banjir di Perumahan Nebraska Terrace, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, dengan ketinggian air sekitar 80 sentimeter, serta di Kampung Bogor RT 001 RW 021, Kelurahan Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, yang memiliki tinggi muka air mencapai 90 sentimeter.

Dodi menyatakan bahwa BPBD Kabupaten Bekasi telah melaksanakan berbagai tindakan awal dalam menangani bencana banjir, yang meliputi penilaian kondisi di lapangan serta koordinasi antar wilayah.

“Kami telah berusaha untuk mengambil langkah cepat, kemudian melakukan penilaian dan pengumpulan data, berkoordinasi dengan pihak desa, RT, dan RW yang ada di lokasi, serta melaksanakan dokumentasi dan pelaporan,” ujar Dodi.

BPBD bersama dengan petugas wilayah terus memantau situasi banjir dan melakukan pencatatan terhadap warga yang terkena dampak.




Nara Sumber                         Dodi

Penulis                                  Raden Dede Sudrajar




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon