Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Bupati Pidie Jaya Memperpanjang Periode Darurat Bencana untuk yang Kelima Kalinya.

 

Warga Dusun Meunasah Krueng Baroh, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, perlahan mulai membersihkan lumpur dari dalam rumah secara mandiri, Selasa (23/12/2025).

Bloggger.com ------- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya telah memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan, dimulai dari tanggal 29 Januari hingga 12 Februari 2026. Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyatakan bahwa perpanjangan ini merupakan tindakan strategis guna menjamin bahwa penanganan darurat pascabencana dilakukan secara optimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

"Hal ini mencakup penyediaan logistik, pelayanan kesehatan, air bersih, dan perlindungan untuk kelompok yang rentan," ujar Sibral dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, menurut Sibral, perpanjangan status darurat ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan tempat tinggal sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.

Sibral mengharapkan agar kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI/Polri, lembaga kemanusiaan, dan relawan dapat terus berlangsung dengan baik. "Oleh karena itu, semua usaha untuk menangani keadaan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," katanya.

Sibral menyatakan bahwa keputusan untuk memperpanjang masa tanggap darurat yang kelima ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang terdampak, dan sekaligus menjadi dasar yang kokoh dalam menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi setelah terjadinya bencana. "Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan kesungguhan dalam menjaga keselamatan serta memfasilitasi pemulihan kehidupan masyarakat sebagai prioritas utama," ujarnya.



Nara Sumber.               Sibral Malaysia


Penulis.                          Raden Dede Sudrajat 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon