Kode iklan di atas
Camat Gunung Putri berharap hasil penyelidikan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dapat mengidentifikasi penyebab matinya ribuan ikan di Situ Citongtut.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kabupaten Bogor, Blogger.com ------ Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, memberikan pernyataan mengenai dugaan pencemaran lingkungan yang mengakibatkan matinya ribuan ikan di Sungai Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada hari Senin, 26 Januari 2026.
Kurnia menyampaikan bahwa setelah terjadi peristiwa kematian ikan secara massal pada hari Jumat, 23 Januari 2026, di Setu Citongtut, pihaknya segera melaporkan hal tersebut kepada pemimpin daerah.
"Yang pasti, pada waktu kejadian, kami segera melaporkan kepada atasan kami, kepada Bupati Bogor, dan beliau langsung menanggapi dengan cepat untuk mengirimkan tim," ucapnya kepada Radar Bogor, Senin 26 Januari 2026
Ia mengharapkan bahwa upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dapat dengan jelas mengidentifikasi penyebab kematian ikan secara massal di danau tersebut.
"Kiranya hal ini dapat diinvestigasi, silakan lakukan pengambilan sampel hari ini, ambil sampel air, sedimentasi, serta nanti juga sampel dari ikan. Diharapkan semoga kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Kurnia menekankan bahwa isu pencemaran lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan ketaatan dari perusahaan dan kesadaran dari masyarakat.
"Kami memerlukan agar pihak perusahaan tersebut mematuhi peraturan, tidak membuang limbah ke saluran hingga ke lokasi ini. Selanjutnya, kami juga akan berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat rumah tangga, semoga dapat mengurangi jumlah limbah. " ujarnya.
Ia mengharapkan bahwa hasil penyelidikan yang dilakukan oleh DLH akan menjadi landasan untuk melakukan tindakan tegas jika terdapat pelanggaran yang teridentifikasi.
Menanggapi adanya sekitar 23 perusahaan di dekat Setu Citongtut serta pengelolaan IPAL dan AMDAL, Kurnia menegaskan bahwa pengawasan dan tindakan telah dilaksanakan sebelumnya.
"Pada akhir tahun 2022 telah dilakukan berbagai tindakan, dan beberapa waktu lalu, tahun 2023, 2024, serta 2025 dinyatakan relatif aman," katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat langsung menyimpulkan penyebab pencemaran sebelum adanya hasil penyelidikan resmi. “Kita akan menunggu hasil penyelidikan dari tim DLH,” tuturnya.
Nara Sumber Camat Gunung Putri
( Kurnia Indra )
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar