Kode iklan di atas
Cuaca Ekstrem di Kuningan: 20 Pohon Runtuh di 17 Desa dalam Waktu 3 Hari
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com ------ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meminta semua lembaga dan masyarakat untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan terhadap situasi cuaca yang ekstrem. Situasi ini telah berlangsung selama beberapa hari dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga bulan Februari yang akan datang. Sejumlah pohon, baik di jalan utama yang sering dilalui masyarakat maupun di area permukiman yang padat, dilaporkan telah tumbang selama tiga hari, yaitu pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu (23-24-25/1/2026). Bencana ini menyebabkan kerusakan pada sarana umum, transportasi, tempat tinggal hewan ternak, serta tempat tinggal masyarakat.
Kompas. com Regional Cuaca Ekstrem Kuningan: 20 Pohon Tumbang di 17 Desa Selama 3 Hari Kompas. com, 26 Januari 2026, 12:34 WIB Baca di Aplikasi Muhamad Syahri Romdhon, Irfan Maullana Tim Redaksi Lihat Foto KUNINGAN, KOMPAS. com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah mengingatkan semua instansi dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi cuaca ekstrem yang terjadi.
Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa hari dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga bulan Februari yang akan datang. Banyak pohon, baik di jalan utama yang ramai dilalui masyarakat maupun di area pemukiman yang padat, dilaporkan telah tumbang dalam kurun waktu tiga hari, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu (23-24-25/1/2026).
Kejadian ini menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, kendaraan, kandang hewan ternak, serta tempat tinggal penduduk. Membaca berita tanpa adanya iklan. Bergabung dengan Kompas. com, Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menegaskan bahwa cuaca ekstrem ini telah terjadi selama beberapa hari.
Puncaknya terjadi pada hari Jumat (23/1/2026) ketika hujan lebat turun sejak pagi hingga malam hari. Cuaca yang sangat ekstrem ini kemudian dilanjutkan dengan angin kencang yang bertiup dari hari Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026), yang menyebabkan situasi di berbagai daerah semakin parah.
Menurut Indra, laporan mengenai dampak cuaca ekstrem yang terjadi, seperti hujan lebat dan angin kencang, mencakup kejadian seperti tumbangnya pohon dan terjadinya longsor. Dua jenis bencana yang utama ini tercatat dalam laporan BPBD serta tim Pemadam Kebakaran (Damkar).
“Longsor di kawasan Margacina, Karangkencana, sudah terjadi sejak hari Jumat, dan kami segera mengambil tindakan. Selanjutnya, selama Sabtu dan Minggu, kerusakan semakin banyak, terutama akibat pohon yang tumbang, disebabkan oleh hujan disertai angin kencang. Tercatat sebanyak 17 desa melaporkan kejadian ini kepada BPBD dan Damkar,” jelas Indra saat dihubungi KOMPAS. com pada hari Senin (26/1/2026) siang.
Sebaran 17 Titik yang Terpengaruh
Di sebuah desa, terjadi beberapa kejadian, baik berupa angin kencang maupun peristiwa lainnya. Oleh karena itu, diperkirakan bahwa jumlah pohon yang tumbang melebihi 20 pohon mengingat jumlahnya yang cukup besar.
Sebanyak 17 titik tersebut terdapat di tujuh kecamatan, termasuk Desa Babakan Mulya dan Manis Kidul yang berada di Kecamatan Jalaksana. Terdapat enam desa, yaitu Desa Cilowa, Kramatmulya, Kalapagunung, Gunung Keling, Cibentang, serta Gandasoli, yang terletak di Kecamatan Kramatmulya. Selanjutnya, Desa Babakanreuma yang terletak di Kecamatan Sindangagung, Desa Garawangi yang berada di Kecamatan Garawangi, Desa Rajadanu yang ada di Kecamatan Japara, serta Desa Bendungan yang terdapat di Kecamatan Lebakwangi.
Lima lokasi lainnya terletak di Kelurahan Cirendang, Winduhaji, Kasturi, Jalan Moh Hatta, dan Ciporang di Kecamatan Kuningan, yang masih termasuk dalam area Kota Kuningan. Indra menyatakan bahwa data itu masih dalam proses pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut.
Kerusakan pada Struktur Bangunan dan Sistem Listrik
Akibat dari banyaknya kejadian pohon tumbang, ujar Indra, berdampak pada sejumlah bangunan, antara lain fasilitas umum seperti musala di sekolah, sarana publik, jaringan listrik, kandang ternak, kendaraan, serta beberapa rumah milik warga yang mengalami kerusakan. Dengan bersyukur, kejadian ini tidak mengakibatkan hilangnya nyawa.
Petugas gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan warga desa setempat bekerja sama dengan gigih untuk menyingkirkan material pohon yang tumbang dan tanah longsor guna membuka kembali akses jalan yang terhalang. Walaupun tidak ada korban jiwa, Indra mengakui bahwa kerusakan yang dialami oleh masyarakat cukup besar, terutama pada atap rumah dan kabel listrik yang putus.
Tim respons darurat juga terus melaksanakan pembersihan dan mencatat kerusakan yang dilaporkan kepada bupati dan lembaga terkait. BPBD Kuningan meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan bencana lanjutan, terutama jika cuaca ekstrem terus berlanjut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa hujan deras yang disertai angin kuat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang, sejalan dengan puncak musim hujan pada Januari-Februari 2026 di beberapa lokasi di Jawa Barat.
Nara Sumber. Indra / kompas.com
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar