Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Cuaca yang sangat buruk menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di Kabupaten Serang, 13 kecamatan terendam, dan 11. 700 warga terkena dampaknya.

 

Blogger.com -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat terjadinya bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin kencang, yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang, Banten.

Kejadian tersebut berlangsung secara beruntun mulai 2 Januari 2026 disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang disertai oleh angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa dampak bencana telah menyebar luas dan dirasakan oleh ribuan penduduk di berbagai kecamatan.

Hingga hari Senin, tanggal 5 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa bencana tersebut telah mempengaruhi beberapa puluh desa. Dampaknya menyebar ke 20 desa yang berada di 13 kecamatan. 

Jumlah warga yang terpengaruh mencapai 3. 514 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 11. 700 orang," kata Ajat di Serang,

Berapa banyak rumah dan fasilitas umum yang terkena dampak?

Menurut informasi dari BPBD Kabupaten Serang hingga Senin (5/1) pagi, sebanyak 3. 164 rumah warga telah terpengaruh oleh bencana. Detail kerusakan mencakup:

  • Sebanyak 13 rumah mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah atau tanah longsor. 
  • Enam rumah mengalami kerusakan akibat dihempas angin kencang.

Selain kawasan hunian, banjir juga menenggelamkan berbagai sarana umum.

Ajat menginformasikan bahwa ada dua sekolah, dua masjid, dan dua mushala yang terkena dampak genangan air.

Situasi ini menghambat proses belajar-mengajar serta kegiatan ibadah masyarakat setempat.

Apa konsekuensi bencana bagi sektor pertanian?

Bencana yang berkaitan dengan cuaca dan air juga memiliki pengaruh besar terhadap sektor pertanian.

BPBD mencatat bahwa sekitar 108 hektare lahan pertanian di Kecamatan Pamarayan terendam akibat banjir. Usia tanaman padi di area tersebut berkisar antara 0 sampai 60 hari.

Air yang tergenang dalam waktu yang lama dikhawatirkan dapat mengakibatkan gagal panen serta kerugian finansial bagi para petani.

Ajat menjelaskan bahwa saat ini, ketinggian muka air di beberapa lokasi berbeda-beda. Tinggi air yang tercatat bervariasi antara 5 hingga 45 sentimeter, tergantung pada keadaan medan dan tingkat hujan di setiap daerah.

Kondisi terbaru mengenai tinggi permukaan air di sejumlah lokasi banjir berada dalam rentang 5 hingga 45 sentimeter.

"Beberapa warga melakukan evakuasi secara mandiri ke rumah sanak saudara yang lebih aman," ujarnya.

BPBD bersama dengan pihak setempat terus mengawasi dan memberikan bantuan kepada warga yang memerlukan evakuasi, khususnya bagi kelompok yang rentan seperti lansia, anak-anak, dan wanita hamil. BPBD Kabupaten Serang melaporkan bahwa 13 kecamatan mengalami dampak dari bencana hidrometeorologi. 

Wilayah tersebut mencakup Kibin, Kramatwatu, Padarincang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, Pontang, Pamarayan, Mancak, Cinangka, Baros, Petir, Waringinkurung, serta Cikeusal. Sebaran area yang terdampak menunjukkan bahwa bencana tidak hanya terfokus pada satu daerah, tetapi juga menyebar ke wilayah pesisir, dataran rendah, serta kawasan perbukitan.






penulis             RDS 

Sumber            AJT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon