Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Curah hujan yang tinggi yang melanda Jakarta sejak dini hari Kamis (21/1/2026) mengakibatkan terjadinya genangan air di Jalan Jembatan Tiga Raya, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

 

Banjir Kembali Terjadi Di Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan Jakarta Utara 
Pada Tanggal 22 Januari 2026

Blogger.com ----- Genangan air menyebabkan kendaraan harus berjalan lebih lambat, meskipun arus lalu lintas tetap mengalir. Pengamatan menunjukkan bahwa bagian jalan yang terpengaruh berada dari arah Emporium Mall Pluit menuju Jalan Prof. Dokter Latumenten.

Tinggi air beragam antara 5 sampai 30 sentimeter, dengan level tertinggi terjadi di pintu masuk Jalan Tol Dalam Kota. Kendaraan beroda dua dan beroda empat masih dapat melalui jalan tanpa mengalami kendala. Jalur bus Transjakarta masih dapat dilalui. Meskipun begitu, lalu lintas kendaraan bergerak dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan biasanya.

Beberapa warga tampak berjalan kaki melewati genangan di sisi kiri jalan, mengangkat celana hingga lutut dan membawa sepatu. "Saya tidak menyangka akan terjadi banjir, sehingga saya memilih untuk mengenakan sepatu. " "Saya ingin menggunakan Transjakarta dari lokasi ini," kata seorang penduduk.

Dekat pintu masuk tol, dua petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) berdiri siaga untuk menjaga keamanan masyarakat. Salah satu petugas menginformasikan bahwa genangan air mulai meningkat sejak pukul 07. 00 WIB. Saat ini, genangan di Jalan Jembatan Tiga Raya perlahan-lahan mulai surut.






Penulis                Raden Dede Sudrajat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon