Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Dua Korban Terperangkap Longsor di Manggarai Timur Ditemukan, Operasi Pencarian dan Pertolongan Secara Resmi Dinyatakan Selesai.

 

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban yang tertimbun tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, pada Selasa (27/1/2026).

Blogger.com ----- Operasi pencarian para korban longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihentikan pada hari Selasa, tanggal 27 Januari 2026.

Proses pencarian dihentikan setelah Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban tambahan yang tertimbun akibat tanah longsor pada hari Selasa. Salah satu korban telah ditemukan pada hari keempat pencarian yang dilakukan pada hari Senin (26/1/2026).

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa tim gabungan SAR telah menemukan korban terakhir yang bernama Yustina Mira, seorang perempuan berusia 19 tahun, dalam keadaan sudah meninggal dunia pada hari Selasa.

"Tim SAR yang terdiri dari berbagai elemen bekerja keras dalam upaya pencarian dan berhasil menemukan korban pada pukul 10. 30 Wita di koordinat 8°27’11. 334”S-120°32’58. 716”E," jelas Fathur dalam pernyataan tertulis yang diterima pada hari Selasa.

Korban, menurut keterangannya, ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia tertimbun tanah longsor yang sedalam 1-2 meter. Setelah ditemukan, tim pencari dan penyelamat bersama-sama membawa korban ke puskesmas terdekat untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim inafis Polres Manggarai Timur.

"Seluruh tim pencarian dan penyelamatan (SAR) yang bergabung telah kembali ke unit masing-masing, disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan selama operasi SAR ini," tambahnya.

Sebelumnya, bencana longsor melanda kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur pada Kamis, 22 Januari 2026.

Longsor tersebut menyebabkan dua individu terjebak di bawah tanah yang longsor, satu orang meninggal dunia di puskesmas, sementara satu orang lainnya mengalami cedera.




Nara Sumber                         Fathur Rahman.

Penulis Berita                        Raden Dede Sudrajat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon