Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Hari Kelima: Tim Pencarian dan Pertolongan mengevakuasi 53 orang yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua.

 

Tim gabungan ketika melakukan pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026).

Blogger.com ----- Sampai hari kelima pelaksanaan operasi, Tim SAR yang tergabung berhasil mengevakuasi sebanyak 53 kantong jenazah dari area bencana.

Proses pencarian dilaksanakan dengan sungguh-sungguh meskipun menghadapi kesulitan cuaca dan keadaan medan yang sulit. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menginformasikan bahwa pada hari kelima pencarian, tim berhasil menemukan kembali dua kantong jenazah dari korban yang tertimbun longsor.

"Sampai pukul 16. 00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 53 kantong jenazah, dan dari jumlah tersebut, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 38 korban," kata Ade di Bandung Barat, Rabu (28/1/2026), yang dikutip dari Antara. Ia menyampaikan, menurut informasi terbaru dari pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana, jumlah penduduk yang terkena dampak longsor terus meningkat

Hingga hari kelima, tercatat 155 individu yang terpengaruh oleh peristiwa tersebut, dengan rincian 75 orang dilaporkan selamat dan 80 orang lainnya dinyatakan hilang untuk sementara waktu. Selama kegiatan evakuasi, Tim SAR yang terdiri dari berbagai anggota telah menemukan 53 individu dari daftar orang yang hilang, sehingga masih ada 27 individu yang sedang dicari.

Sebelumnya, insiden tanah longsor yang dibarengi dengan aliran air deras berlangsung di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02. 00 WIB. Campuran tanah dan air mengalir dengan cepat dari lereng Gunung Burangrang dan menghantam kawasan pemukiman warga. Sekitar 30 rumah mengalami dampak akibat kejadian tersebut.





Nara Sumber.            Ade Dian Permana 

Penulis Berita.           Raden Dede Sudrajat 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon