Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Hujan berlangsung selama 5 jam menyebabkan longsor di area Tebing Utara, Telaga Sarangan. Akibatnya, batu-batu besar menutupi jalanan di lokasi tersebut.

 

Hujan yang mengguyur kawasan Telaga Sarangan selama sekitar lima jam memicu tanah longsor di sisi tebing utara Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Longsoran berupa tanah dan 5 buah batu dengan diameter hampir 2 meter sempat menutup akses jalan.

Blogger.com --- Hujan yang terjadi sekitar lima jam menyebabkan longsor di tebing bagian utara Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada hari Kamis (15/1/2026) dini hari. Kepala Resor Pemangku Hutan (KRPH) Sarangan, Supriyanto, menjelaskan bahwa hujan yang berlangsung lama menyebabkan tebing tinggi lebih dari empat meter di bagian utara telaga mengalami longsor.

“Curah hujan terjadi sekitar lima jam.Tebing di bagian utara Telaga Sarangan longsor pada Kamis sekitar pukul 04.00 WIB dan menghalangi akses jalan di tepi telaga,” ujar Supriyanto saat ditemui di lokasi kejadian pada hari tersebut. Supriyanto menjelaskan, hingga siang hari petugas masih berusaha mengangkut batu besar berdiameter hampir dua meter dari badan jalan dengan bantuan eskavator.

Saat ini, akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan, sementara batu besar dipindahkan agar tidak mengganggu pengguna jalan. “Rencananya kita pecah dulu baru dipindahkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik (Kasi Darlog) BPBD Kabupaten Magetan, Eka Wahyudi, menyebutkan bahwa material longsor tidak hanya terdiri dari tanah dan batu, tetapi juga batang pohon yang tumbang.

Meskipun demikian, Eka memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Material longsor berupa tanah, pohon bonggol, dan lima batu besar dengan diameter sekitar dua meter sempat menutup hingga 100 persen badan jalan,” kata Eka Wahyudi.

Eka menjelaskan, BPBD Kabupaten Magetan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan DPUPR, BBWS Bengawan Solo, Perhutani, serta Dinas Pariwisata mengenai peristiwa ini. Koordinasi tersebut dilakukan untuk upaya mitigasi struktural seperti perkuatan tebing dan analisis kedalaman di kawasan rawan longsor. 

BPBD juga akan meningkatkan tanda peringatan dan sosialisasi kepada pengusaha serta wisatawan agar lebih meningkatkan kesadaran terhadap potensi terjadinya longsor saat curah hujan tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan longsor, untuk mewaspadai tanda-tanda longsor seperti munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring. “Selain itu, keluarnya air keruh dari celah tanah, serta suara gemuruh dari arah lereng, Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal saat dan setelah hujan deras,” kata Eka.




Nara Sumber                EK

Penulis Narasi             RDS


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon