Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Hujan Lebat, 11 Rumah Warga di Mekarwangi Kota Bogor Terendam Banjir

 

Personel BPBD Kota Bogor saat melakukan proses evakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Jumat 9 Januari 2026.

Bogor, Blogger.com - Sebanyak 11 unit rumah di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terimbas banjir pada Jumat, 9 Januari 2025.

Banjir yang merendam hunian warga ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi yang terus mengguyur wilayah Kota Bogor.

Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyampaikan bahwa laporan mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima sekitar pukul 14. 30 WIB. Tak lama setelah itu, timnya langsung diturunkan ke lokasi.

"Sepuluh menit setelah laporan, tim segera diterjunkan. Banjir ini terjadi secara mendadak, mengakibatkan sebelas rumah warga terendam," ungkap Dimas dalam pernyataan tertulisnya.

Kejadian banjir juga disebabkan oleh penyempitan saluran sungai yang menuju ke area Cimanggis, Kabupaten Bogor. Total, ada sebelas kepala keluarga dan 60 orang yang terpengaruh oleh peristiwa ini.

Dimas menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah awal untuk penilaian berkala. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pompa air untuk mengurangi genangan.

"Ya, kami telah melakukan pompa untuk menghisap air banjir. Saat ini, genangan air sudah mulai berkurang. Selain hujan, penyempitan di sungai juga menjadi faktor penyebab," jelas Dimas.

Dimas mengingatkan kepada semua warga Kota Bogor agar lebih waspada. Terutama mengingat cuaca belakangan ini cenderung ekstrem.

"Cuaca saat ini sulit diprediksi, harap tetap tenang dan selalu bersiaga untuk menghadapi kemungkinan bencana seperti banjir, longsor, atau angin kencang," tuturnya.

Warga Bogor juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber yang dapat dipercaya.

Pastikan tubuh dalam kondisi sehat dan perhatikan kebersihan lingkungan sekitar.

"Pelihara kesehatan dan keselamatan diri serta kebersihan lingkungan. Mari kita saling ingat-mengingat dan membantu satu sama lain dalam menghadapi keadaan ini," tutupnya.





Penulis                        Raden Dede Sudrajat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon