Kode iklan di atas
Jalan sepanjang 4 Km yang rusak parah seperti aliran sungai mati di Manggarai Timur, bagaimana tanggapan Dinas PUPR?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kondisi jalan Watu Cie-Deno, menuju Puskesmas Lenang dan SMAN 6 Poco Ranaka, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT
Blogger.com ---- Jalan menuju Puskesmas Lenang dan SMAN 6 Poco Ranaka, yang terletak di Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun. Keadaannya serupa dengan sungai yang kekeringan. Namun, jalan kabupaten tersebut merupakan satu-satunya akses bagi siswa, guru, dan tenaga kesehatan untuk mencapai sekolah dan puskesmas.
Jalan tersebut juga menjadi akses bagi masyarakat dari tiga desa, yaitu Compang Laho, Lenang, dan Golo Wune, ketika mereka pergi ke pasar, ke kota kecamatan, dan ke kota kabupaten, Rabu (21/1/2025). Sekitar empat kilometer, keadaan jalan tampak sangat buruk. Kekosongan yang terdapat di berbagai tempat. Genangan air pada musim hujan menghalangi kendaraan yang lewat.
Dalam beberapa tahun belakangan, jalan dari Dusun Deno-Tanggar tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor roda empat. Walaupun masih ada yang mencoba untuk melintas, namun seringkali mereka menghadapi masalah di beberapa lokasi yang berisiko. Tanpa ragu, masyarakat sangat mengharapkan agar perbaikan jalan Watu-Cie Deno dilakukan secepatnya.
"Watu Cie-Deno ini merupakan jalur penting bagi kami dari beberapa desa di bagian timur Kecamatan Lamba Leda Selatan. " "Oleh karena itu, diharapkan perbaikan segera dilakukan," ujar Anus Haman, salah satu warga yang ditemui di jalan Watu Cie Deno. Ia menyatakan bahwa sebelumnya terdapat rute alternatif, yaitu dari Tanggar ke Mano. Namun, saat ini jalur tersebut juga mengalami kerusakan parah. Kendaraan bermotor dua roda mengalami kesulitan dalam melintasi jalan.
Kondisi saat ini, ia melanjutkan, pada kedua akses tersebut, yaitu Watu Cie-Deno dan Mano Tanggar, dikatakan sulit, karena terdapat beberapa kilometer jalan yang rusak parah. “Hampir setiap hari ada yang terjatuh saat melintasi jalan Watu Cie-Deno, terutama yang berasal dari Deno menuju Tanggar. " Jalan tersebut tidak dapat dianggap telah selesai. "Sepanjang kurang lebih empat kilometer mengalami kerusakan total," jelasnya.
Tanggapan dari Dinas PUPR
Menanggapi permasalahan ini, Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, Mikael Deodatus Ampur, menyatakan bahwa perbaikan jalan Watu Cie-Deno akan diteruskan pada tahun 2026. Ia menyatakan bahwa terdapat batas anggaran sebesar Rp 14,5 miliar untuk permasalahan ini. “Proyek peningkatan jalan Watu Cie-Deno telah memasuki tahap tender,” ungkap Mika ketika dimintai pendapatnya, pada hari Kamis (22 Januari 2026). Ia menyatakan bahwa pekerjaan perbaikan jalan akan dimulai dari lokasi yang paling parah, yaitu dari Kampung Deno menuju Tanggar.
Anggaran sebesar Rp 14,5 miliar tersebut, menurutnya, juga ditujukan untuk menyelesaikan sisa satu kilometer di Kampung Lento yang masih belum diaspal. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan hotmix jalan Watu Cie-Deno akan dimulai pada akhir Januari 2026.
Nara Sumber. Anus Haman
Penulis. Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar