Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Jumlah Korban Jiwa Akibat Bencana di Sumatera Mencapai 1. 200 Jiwa, Sementara 143 Jiwa Masih Belum Ditemukan.

 


Blogger.com -------- Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menginformasikan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera meningkat satu orang di Kabupaten Aceh Tengah

"Dengan penambahan tersebut, jumlah keseluruhan korban yang meninggal dunia mencapai 1. 200 orang dan jumlah korban yang hilang tercatat sebanyak 143 orang," demikian disampaikan oleh Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).

Sementara total jumlah penduduk yang terpengaruh dan masih berada di tempat pengungsian mencapai 113. 903 orang.

Abdul menyatakan bahwa pemerintah sedang mempercepat pembangunan hunian sementara, serta membuka dan membersihkan akses jalan hingga jembatan.

"Informasi tentang pengungsi mencerminkan perubahan dalam pergerakan pengungsi sejalan dengan upaya pembersihan area, pemulihan daerah pemukiman, dan pembangunan tempat tinggal sementara," tuturnya.

Distribusi logistik tetap dilaksanakan secara berkelanjutan. Hingga 19 Januari 2026, jumlah bantuan logistik yang telah dikirimkan mencapai 1. 757,03 ton atau setara dengan 99,76 persen dari total logistik yang ada.

Bantuan tersebut disalurkan menggunakan berbagai jenis transportasi, termasuk 56 kali penerbangan pesawat sewa BNPB, 64 kali penerbangan pesawat Hercules, 55 unit truk melalui jalur darat, serta 7 kapal laut.

Pada tanggal 19 Januari 2026, distribusi logistik harian menunjukkan bahwa di Provinsi Aceh, penyaluran melalui udara dilakukan sebanyak 10 kali penerbangan dengan total muatan mencapai 9,9 ton, sedangkan penyaluran melalui jalur darat menggunakan 3 truk dengan muatan total 7,5 ton.

"Oleh karena itu, total logistik yang disalurkan di Aceh pada hari itu mencapai 17,4 ton," ungkap Abdul. Untuk daerah Sumatera Utara, pengiriman logistik dilakukan melalui jalur darat dengan menggunakan 4 truk yang memiliki total muatan sebesar 10,31 ton.

Di Sumatera Barat, bantuan logistik dikirimkan lewat jalan darat sebanyak 0,19 ton kedaerah yang terkena dampak.




Nara Sumber                 A M

Penulis.                         R D S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon