Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Keluhan Penduduk Mangkang Wetan Semarang setelah Jembatan Putus: Perlu Mengeluarkan Uang untuk Naik Perahu.

 

Warga RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih terisolasi setelah jembatan Sungai Beringin, penghubung di wilayah tersebut putus. 

Blogger.com --- Penduduk RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, masih terputus dari akses luar setelah jembatan Sungai Beringin, yang berfungsi sebagai penghubung utama di kawasan tersebut, putus disebabkan oleh arus deras Sungai Beringin pada malam Kamis (15/1/2026). Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, masyarakat diharuskan menggunakan perahu dengan biaya antara Rp 2. 000 hingga Rp 4. 000 untuk setiap penyeberangan.

Warga diharuskan untuk mengantri, terutama ketika anak-anak berangkat ke sekolah dan saat warga menuju tempat kerja. Mukaromah, seorang penduduk setempat, menjelaskan bahwa jembatan yang memiliki lebar tiga meter dan panjang 15 meter itu telah dibangun secara mandiri oleh warga sebagai jalur sementara.

Setiap hari, kegiatan berkendara dengan motor dilakukan. Sebenarnya, ini adalah jembatan sementara yang dibangun oleh masyarakat. "Jembatan permanen yang berada di tengah tersebut hingga saat ini belum selesai dibangun," ujarnya. Ia mengharapkan agar pembangunan jembatan tetap segera dilaksanakan, karena pemakaian perahu sangat menyulitkan aktivitas masyarakat.

Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, menyatakan bahwa jembatan tersebut terputus karena diterjang arus yang sangat kuat. Pihak kecamatan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan telah memperoleh izin untuk mendirikan jembatan darurat. "Saat ini, warga sementara menggunakan perahu untuk menyeberang. " "DPU telah kami informasikan mengenai penanganan teknis konstruksi, agar jembatan darurat tetap dalam kondisi aman," ujar Eko.

Ia menyatakan bahwa anggaran untuk pembangunan jembatan darurat sudah disiapkan, sedangkan pembangunan jembatan permanen masih terhambat oleh proses pembebasan lahan. Dari segi anggaran, kecamatan telah siap untuk mendirikan jembatan sementara. "Kami menantikan rincian teknis pembangunan dari DPU agar jembatan tersebut dapat dipastikan keamanannya," jelasnya.




sumber.                    Eko

Penulis.       Raden Dede Sudrajat 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon