Kode iklan di atas
Kisah Yaroh, Satu Minggu Menelusuri Banjir Demak Mengirimkan Makanan untuk Ibu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com --- Yaroh (36) bersama putranya yang masih kecil berusaha menyalakan sepeda motornya yang tidak berfungsi di tengah banjir di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, pada sore hari Minggu (18/1/2026).
Anak yang masih balita diserahkan kepada neneknya agar tidak menangis sementara ia berusaha untuk menghidupkan mesin sepeda motor. “Mogok, (selesai) mengantarkan (makanan kepada) ibu,” kata Yaroh.
Yaroh yang tinggal di Desa Ngemplik, dalam seminggu terakhir, setiap hari mendatangi ibunya untuk membawa makanan, karena banyak peralatan dapur dan memasak di rumah ibunya yang terbawa arus akibat banjir. "Sedih, beliau sudah lanjut usia, jika memasak nanti bisa tergelincir," ujarnya.
Kendaraan umumnya ditinggalkan di SMA Negeri 1 Karanganyar, lalu dilanjutkan berjalan sejauh sekitar 500 meter menuju rumah ibunya. Pada kesempatan ini, ia berusaha mencari rute lain sambil membeli susu untuk anaknya, sampai akhirnya motornya mengalami kerusakan.
Suharni (75), ibu dari Yaroh, menyatakan bahwa air di rumahnya masih menggenang hingga setinggi lutut, sementara halaman rumahnya terendam sekitar 50 sentimeter.
“Tidak ada yang dapat dimasak, karena semua sudah terendam air, dan anak-anak juga tidak bisa beraktivitas,” ucapnya dengan pasrah, berharap agar banjir segera reda sehingga kegiatan dapat berlangsung normal kembali. Menurut pengamatan Kompas. com pada hari Senin (18/1/2026), Desa Wonorejo, Dukuh Kedung Banteng, masih mengalami banjir dengan tinggi air sekitar 40 cm.
Nara Sumber SHRNI / YRH
Penulis RDS
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar